Ekonomi

IHSG Terpuruk, Rupiah Melemah Dan Harga Emas Stabil Di Awal Pekan

IHSG Terpuruk, Rupiah Melemah Dan Harga Emas Stabil Di Awal Pekan
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk cukup dalam pada awal pekan ini, menyusul pengunduran diri sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terjadi pada akhir pekan lalu. IHSG ditutup melemah 4,88 persen ke level 7.922,731, dengan tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor.

Pengamat Pasar Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyampaikan bahwa tekanan pasar masih didominasi sentimen negatif dari dalam negeri, khususnya terkait isu kelembagaan dan kepercayaan investor.

“Pasca pengunduran diri petinggi OJK, tekanan di pasar saham tidak terhindarkan. Dari total perdagangan hari ini, sebanyak 720 saham ditutup melemah, sementara hanya 58 saham yang berhasil menguat,” ujar Gunawan, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG bahkan sempat menyentuh level 7.820, yang menjadi posisi terburuk di awal pekan ini. Tekanan paling besar terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Sejumlah saham big caps seperti BUMI, ANTM, TLKM, TINS hingga UNTR menjadi pemberat utama laju IHSG,” jelasnya.

Menurut Gunawan, pelaku pasar saat ini masih bersikap wait and see sembari menanti hasil pertemuan antara Self-Regulatory Organization (SRO) Indonesia dengan MSCI (Morgan Stanley Capital International).

“Hasil pertemuan SRO dengan MSCI akan sangat menentukan arah pasar keuangan ke depan. Dari sana akan terlihat pola kebijakan maupun kesepakatan yang berpotensi meredam tekanan negatif di bursa,” katanya.

Di tengah tekanan pasar saham, nilai tukar Rupiah juga bergerak melemah dan ditransaksikan di kisaran Rp16.785 per dolar AS. Meski demikian, pelemahan Rupiah dinilai masih relatif terbatas.

“Rupiah bergerak dalam rentang sempit. Data inflasi yang dirilis masih sesuai ekspektasi pasar sehingga sempat menahan tekanan lebih dalam,” ungkap Gunawan.

Data inflasi tahunan tercatat stabil di level 2,45 persen year on year, ditambah dengan membaiknya kinerja sektor manufaktur yang sempat memberi sentimen positif bagi pergerakan mata uang domestik.

Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan awal pekan ini terpantau relatif stabil di kisaran US$4.718 per ons troy, atau sekitar Rp2,55 juta per gram.

“Harga emas belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tertekan aksi jual sejak akhir pekan lalu. Untuk sementara, emas bergerak stabil dengan kecenderungan menunggu sentimen global berikutnya,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE