JAKARTA (Waspada.id): Bank Indonesia resmi meluncurkan implementasi QRIS lintas negara (cross-border) antara Indonesia dan Korea Selatan pada Rabu (1/4/2026). Inisiatif ini menjadi langkah besar dalam mengintegrasikan sistem pembayaran digital kedua negara.
Peluncuran ini diharapkan mampu menghadirkan transaksi yang lebih cepat, efisien, dan inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk terhubung langsung dengan pasar internasional.
“Indonesia terus memperkuat perannya dalam membangun konektivitas pembayaran lintas negara yang efisien, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” ujarnya dalam acara peluncuran di Jakarta.
Pengembangan QRIS lintas negara merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yang tidak hanya menitikberatkan pada digitalisasi, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi serta efisiensi transaksi global.
QRIS sendiri kini telah menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional. Dengan adopsi yang luas di berbagai lapisan masyarakat—termasuk UMKM—QRIS berhasil menciptakan standar transaksi yang interoperabel, praktis, dan efisien.
Dengan bergabungnya Korea Selatan, jaringan QRIS lintas negara kini semakin kuat. Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Data Bank Indonesia menunjukkan tren penggunaan yang terus meningkat. Tercatat, transaksi masuk (inbound) mencapai 5,9 juta transaksi, sementara transaksi keluar (outbound) sebesar 1,7 juta transaksi.
“Dengan hadirnya Korea Selatan, konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN Plus Three semakin kuat. Kami juga menargetkan dalam waktu dekat dapat terhubung dengan China,” ungkap Filianingsih.
Ke depan, Bank Indonesia akan memperluas akseptasi QRIS di berbagai titik strategis seperti bandara internasional, destinasi wisata, dan pusat perbelanjaan.
Selain itu, BI juga mendorong kampanye bersama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam penggunaan QRIS lintas negara yang aman dan bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, kerja sama ini menjadi simbol kemitraan strategis antarnegara dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin terintegrasi di tengah dinamika global. (invid)










