PANYABUNGAN (Waspada.id): Pembangunan Pasar Eks Bioskop Tapanuli di pusat Kota Panyabungan yang menelan anggaran lebih dari Rp2 miliar dinyatakan gagal total. Hingga saat ini, pasar tersebut tidak berfungsi maksimal dan menjadi aset yang mubazir karena pedagang enggan pindah dari lokasi lama.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Siti Aminah Nasution, SE, menilai kegagalan ini menjadi catatan kelam bagi kinerja Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal.

“Padahal saat diresmikan dulu, warga sangat berharap kekumuhan di pusat kota bisa teratasi. Nyatanya, pasar ini tidak berjalan lama, pedagang kembali lagi ke Pasar Kuliling dan akhirnya bangunan ini terbengkalai,” ujar Siti Aminah di lokasi, Senin (06/04).
Menurutnya, kesalahan mendasar terletak pada perencanaan yang kurang matang. Akses jalan yang dibangun dinilai tidak proporsional, hanya lebar di jalan masuk namun tidak memiliki jalan keluar yang memadai.

“Siapa yang salah? Sudah jelas pemerintah. Jalan masuk luas dan lebar, tapi jalan keluar tidak ada. Seharusnya dibuat jalan tembus ke arah SMAN 1 Panyabungan, jangan hanya putar balik lewat Jembatan Aek Mata,” tegasnya.
Ia menilai kelemahan desain inilah yang membuat para pedagang enggan berpindah meskipun bangunan pasar baru sudah tersedia. Akibatnya, investasi negara senilai miliaran rupiah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perdagangan Madina, Parlin Lubis, belum memberikan konfirmasi terkait kondisi pasar tersebut. (id100)










