Ekonomi

Investor Pasar Modal Di Sumut Tembus 1,4 Juta, Didominasi Generasi Muda

Investor Pasar Modal Di Sumut Tembus 1,4 Juta, Didominasi Generasi Muda
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sumatera Utara, M. Pintor Nasution mengatakan, kontribusi investor dari Sumut terhadap total investor pasar modal nasional mencapai sekitar 4,3 persen.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Minat masyarakat Sumatera Utara terhadap investasi pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Januari 2026, jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai sekitar 1,4 juta investor, dengan 401.723 di antaranya merupakan investor saham.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sumatera Utara, M. Pintor Nasution mengatakan, kontribusi investor dari Sumut terhadap total investor pasar modal nasional mencapai sekitar 4,3 persen.

Hal tersebut disampaikan Pintor saat memaparkan Capital Market Update 2026 dalam kegiatan media gathering yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Medan, Rabu (4/3/2026).

Secara nasional, jumlah investor pasar modal saat ini telah mencapai sekitar 21 juta SID. Dengan kontribusi tersebut, Sumatera Utara menjadi salah satu daerah penyumbang investor terbesar di luar Pulau Jawa.

Tak hanya dari sisi jumlah investor, aktivitas perdagangan di pasar modal Sumut juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga Januari 2026, nilai transaksi pasar modal di Sumut tercatat mencapai Rp25,98 triliun, melonjak sekitar 159,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp10 triliun.

Menurut Pintor, lonjakan tersebut menunjukkan bahwa investor di daerah semakin aktif bertransaksi dan mulai memanfaatkan pasar modal sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan.

“Investor di daerah semakin aktif dan mulai menjadikan pasar modal sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka,” ujarnya.

Dari sisi demografi, terjadi pergeseran signifikan pada profil investor di Sumut. Generasi Z atau kelompok usia di bawah 30 tahun kini mendominasi jumlah investor dengan porsi sekitar 30 persen.
Peningkatan minat generasi muda ini didorong oleh semakin luasnya akses informasi investasi melalui media sosial serta masuknya materi industri keuangan ke dalam kurikulum di tingkat SMA dan SMK.

“Generasi muda mulai sadar investasi. Selain konsumtif, mereka mulai memikirkan masa depan. Menariknya lagi, investor lokal kini juga semakin mendominasi dibandingkan investor asing,” kata Pintor.

Meski demikian, dari sisi nilai aset, investor yang berusia 40 tahun ke atas masih memegang dominasi karena memiliki kematangan finansial yang lebih kuat.

Di tingkat wilayah, konsentrasi investor masih didominasi oleh Kota Medan dengan porsi sekitar 41–42 persen dari total investor. Selanjutnya diikuti oleh wilayah Deli Serdang, Simalungun, Pematangsiantar, dan Langkat.

Ke depan, BEI Sumut menilai perluasan literasi dan inklusi pasar modal menjadi langkah penting agar pertumbuhan investor tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh daerah di provinsi ini.

BEI menargetkan agar wilayah yang relatif jauh dari pusat ekonomi seperti Nias dan Padangsidimpuan juga dapat berkembang dalam ekosistem investasi nasional.

“Manfaat pasar modal harus dirasakan hingga ke daerah-daerah. Kami ingin pasar modal tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga masyarakat Sumatera Utara,” ujar Pintor. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE