Ekonomi

Januari 2026, Sumut Inflasi 3,81 Persen, Dipicu Kenaikan Tarif Listrik Dan Emas

Januari 2026, Sumut Inflasi 3,81 Persen, Dipicu Kenaikan Tarif Listrik Dan Emas
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi year on year (y-on-y) Sumatera Utara pada Januari 2026 sebesar 3,81 persen. Inflasi ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,32 pada Januari 2025 menjadi 111,41 pada Januari 2026.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara, Misfaruddin, menjelaskan bahwa secara bulanan Sumatera Utara justru mengalami deflasi.

“Pada Januari 2026 terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,75 persen, dan deflasi year to date (y-to-d) juga sebesar 0,75 persen. Sedangkan secara year-on-year, Sumut inflasi 3,81 persen,” ujar Misfaruddin, dalam paparannya di BPS Sumut, Jl. Asrama No.179 Medan, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi 8,42 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,40 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,82 persen, kelompok kesehatan 2,94 persen, pendidikan 2,75 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,31 persen.

“Sementara dua kelompok mengalami penurunan, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan,” kata Misfaruddin.

BPS Sumut mencatat, komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Januari 2026 antara lain tarif listrik dengan kontribusi 1,13 persen, emas perhiasan 0,90 persen, serta beras 0,30 persen. Sejumlah komoditas pangan seperti ikan dencis, daging ayam ras, ikan tongkol, dan ikan kembung juga turut menyumbang inflasi.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y terbesar adalah cabai merah sebesar 0,66 persen, disusul bawang putih, kentang, jengkol, serta cabai hijau.

Untuk perkembangan bulanan, Misfaruddin menyebutkan, deflasi m-to-m terutama dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah, cabai rawit, kelapa, dan bawang merah.

“Cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang deflasi m-to-m dengan andil sebesar 0,49 persen,” jelasnya.

Sementara itu, komoditas yang mendorong inflasi bulanan antara lain emas perhiasan, tomat, udang basah, dan bawang putih.

Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten/kota IHK di Sumatera Utara mengalami inflasi y-on-y pada Januari 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK 116,41, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 2,73 persen dengan IHK 111,23.

Untuk inflasi bulanan, sebagian besar kabupaten/kota mengalami deflasi m-to-m. Deflasi terdalam terjadi di Kota Gunungsitoli, sementara Kabupaten Karo menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi m-to-m pada Januari 2026. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari–Juli 2025 mencapai US$7.048,82 juta atau naik 21,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Ekonomi

MEDAN (Waspada.id): Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari–Juli 2025 mencapai US$7.048,82 juta atau naik 21,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Begitu juga dengan…

Ekonomi

MEDAN (Waspada.id): Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Seluruh kabupaten kota IHK di Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di…

Ekonomi

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pematangsiantar mengalami deflasi -0,17 persen (mtm) pada Mei 2025, lebih tinggi dari deflasi Sumut (-0,49 persen), kata Kepala KPw BI Pematangsiantar, Muqorobin, Selasa (3/6).  Peningkatan stok cabai merah…

Statistisi Ahli Utama pada Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Misfaruddin
Ekonomi

MEDAN (Waspada): Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mengalami deflasi 0,33 persen pada Juni 2024. Hal tersebut sejalan dengan tingkat pergerakan harga secara nasional yang juga mengalami deflasi 0,08 persen. Statistisi Ahli…

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nurul Hasanudin
Ekonomi

MEDAN (Waspada): Provinsi Sumatera Utara pada April 2024 secara month to month (m-to-m) mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, dan secara year to date (y-to-d) inflasi sebesar 1,49 persen. Sedangkan secara…