Ekonomi

Jika Tidak Ada Bencana Di November Silam, Harga Cabai Merah Bakal Segini

Jika Tidak Ada Bencana Di November Silam, Harga Cabai Merah Bakal Segini
Harga cabai merah dari hasil pemantauan langsung di sejumlah wilayah di Sumut menunjukan pergerakan yang relatif stabil. Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), Jumat (13/2) di Kota Medan harga rata-rata cabai merah 37.500 per Kg. Realtif tidak banyak berubah dalam dua pekan terakhir.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Harga cabai merah dari hasil pemantauan langsung di sejumlah wilayah di Sumut menunjukan pergerakan yang relatif stabil. Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), Jumat (13/2) di Kota Medan harga rata-rata cabai merah 37.500 per Kg. Realtif tidak banyak berubah dalam dua pekan terakhir.

Ketua Tim Pemantau Komoditas Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, harga cabai merah sejauh ini terbilang bergerak sedikit di atas harga keekonomiannya.

“Saya menghitung harga keekonomian cabai merah saat ini berada di kisaran 28 hingga 33 ribu per Kg. Sementara di pasar tradisional pada akhir pekan ini bergerak dalam rentang 32 hingga 35 ribu per Kg. Artinya harga cabai merah masih mampu mengakomodir harga di level petani dan tidak begitu merugikan konsumen,” ujarnya, Sabtu (14/2).

Namun, lanjutnya, harga ini bisa saja terbilang lebih mahal, jika seandainya tidak ada bencana yang terjadi di Sumut pada November silam.

“Saya memproyeksikan jika tanpa bencana di November harga cabai merah bisa di bawah 20 ribu per Kg nya. Karena bencana yang terjadi pada bulan November dan dampaknya dirasakan hingga bulan Desember, membuat banyak tanaman Cabai alami gagal tanam atau pola tanam alami kemunduran,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Gunawan, di beberapa titik di wilayah Sumut dan Aceh, akan memasuki musim panen raya cabai merah pada bulan Februari ini. Namun sayangnya karena bencana panen cabai bulan ini akan sangat sedikit. Bahkan dari sejumlah pedagang besar yang diobservasi, pasokan cabai merah jelang Ramadhan nanti hanya sekitar 50% dari sejumlah titik produksi yang terkena bencana.

“Meskipun dari wilayah Kabupaten Karo, Simalungun dan sekitarnya pasokan cabai merah nanti alami kenaikan signifikan dan dari beberapa titik produksi yang gagal panen maksimal di bulan Februari, pada dasarnya hasil panennya kerap dijual ke luar wilayah Sumut. Sehingga ancaman kenaikan harga cabai merah di Sumut bukan diakibatkan dari bencana itu secara langsung,” ujarnya.

Namun yang dikuatirkan adalah terjadinya potensi pergeseran supply dari wilayah produsen seperti Kabupaten Karo, yang banyak mengalir ke luar Sumut. Tekanan dari sisi harga terbentuk justru dikarenakan adanya potensi kenaikan harga dari wilayah Sumut.

“Inilah yang mengakibatkan harga cabai tetap berpeluang naik meskipun dari sisi pasokan atau supply mencukupi,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE