Kemenag Dukung Merger BTN Syariah Dengan Bank Muamalat

  • Bagikan
Kemenag Dukung Merger BTN Syariah Dengan Bank Muamalat
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki . (ist)

JAKARTA (Waspada): Kementerian Agama (Kemenag) mendukung rencana penggabungan atau merger antara BTN Syariah dengan Bank Muamalat, sebagaimana dicetuskan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu.

“Ya itu kan (merger kedua bank) bagian dari penguatan bank-bank syariah, supaya bagus dan lebih mampu untuk melakukan kemajuan di sistem keuangan kita,” kata Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta dikutip Kamis, (25/1/2024).

Menurutnya, selama aksi korporasi tersebut membawa kebaikan bagi masyarakat, terutama nasabah kedua bank, maka puhaknya akan mendukung langkah tersebut.

“Ya selama itu membawa kebaikan, tentunya merger ini kan bagian yang sudah diperhitungkan. Kalau memang itu kebaikannya banyak, kita dukung saja,” ujar Saiful.

Ia mengatakan, saat ini proses rencana mergernya masih berjalan. Manfaat yang didapat dari merger ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat luas dan dapat digunakan untuk pemanfaatan yang lebih baik lagi.

“Ya, secara teknis memang sudah diperhitungkan dan itu ada azas manfaat yang bisa kita capai. Dan itu bagian dari usaha kita untuk terus meningkatkan manfaat, serta sebagai tugas pokok mengawal haji tui sendiri,” terang Saiful.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan adanya kemungkinan aksi korporasi dalam bentuk merger, antara Bank Muamalat dan Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun depan.

Erick mengaku telah melakukan diskusi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama, tujuan dari usaha merger Bank BTN Syariah dengan Bank Muamalat.

Apabila aksi korporasi tersebut dapat terwujud, maka Indonesia akan kembali memiliki bank syariah yang skalanya cukup besar, selain PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Diketahui, Bank Muamalat merupakan salah satu Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) yang ditunjuk oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Kemarin sudah diskusi dengan BPKH, Menteri Agama. Mungkin enggak kita bersinergi antara Bank Muamalat dengan BTN Syariah untuk menjadikan alternatif bank syariah yang besar,” ungkap Erick beberapa waktu lalu. (J03)

  • Bagikan