Ekonomi

Luas Panen Dan Produksi Jagung Sumut 2025 Menurun, Puncak Panen Bergeser Ke Juli

Luas Panen Dan Produksi Jagung Sumut 2025 Menurun, Puncak Panen Bergeser Ke Juli
Sepanjang 2025, luas panen jagung pipilan tercatat sekitar 203,61 ribu hektare, turun 6,98 ribu hektare atau 3,31 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 210,59 ribu hektare.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat realisasi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, luas panen jagung pipilan tercatat sekitar 203,61 ribu hektare, turun 6,98 ribu hektare atau 3,31 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 210,59 ribu hektare.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara, Misfaruddin, menjelaskan bahwa selain penurunan luas panen, terdapat pula pergeseran waktu puncak panen jagung pipilan di Sumatera Utara.

“Jika pada tahun 2024 puncak panen jagung pipilan terjadi pada bulan Juni, maka pada tahun 2025 puncak panen bergeser ke bulan Juli dengan luas panen sebesar 28,65 ribu hektare,” ujar Misfaruddin.

Meski menjadi puncak panen, luas panen pada Juli 2025 tersebut tercatat lebih rendah 0,12 ribu hektare atau 0,42 persen dibandingkan puncak panen pada Juni 2024.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung 2024–2025, luas panen jagung terdiri atas tiga jenis panen, yakni panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan. Pada tahun 2025, luas panen hijauan tercatat sebesar 3,65 ribu hektare, sementara luas panen muda mencapai 14,49 ribu hektare.

Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA 28%) sepanjang Januari hingga Desember 2025 juga mengalami penurunan. Produksi JPK-KA 28% pada 2025 tercatat sebesar 1,73 juta ton, turun 128,14 ribu ton atau 6,90 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,86 juta ton.

Misfaruddin menambahkan, produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Juli dengan capaian 243,12 ribu ton, lebih rendah dibandingkan puncak produksi tahun 2024 yang terjadi pada bulan Juni sebesar 258,90 ribu ton.

Lebih lanjut, apabila produksi JPK-KA 28% tersebut dikonversikan menjadi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA 14%), maka total produksi jagung Sumatera Utara sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 1,28 juta ton. Angka ini mengalami penurunan sekitar 94,73 ribu ton atau 6,90 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,37 juta ton.

“Data ini memberikan gambaran bahwa kinerja produksi jagung pada 2025 mengalami tekanan, baik dari sisi luas panen maupun produksi, sehingga perlu menjadi perhatian bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian jagung di Sumatera Utara,” pungkas Misfaruddin. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE