Ekonomi

MBG Berpotensi Picu Inflasi, Pengamat Ekonomi Ungkap Langkah Antisipasi

MBG Berpotensi Picu Inflasi, Pengamat Ekonomi Ungkap Langkah Antisipasi
Ilustrasi
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi apabila tata kelola pengadaan bahan pangan tidak dilakukan secara terencana dan terkoordinasi.

Hal ini disampaikan Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyoroti percepatan pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditargetkan meningkat dua hingga tiga kali lipat pada tahun 2026 dibandingkan realisasi tahun 2025.

Gunawan menjelaskan, apabila dapur SPPG dibiarkan melakukan pembelian bahan pangan secara massif dan langsung ke pasar, maka kenaikan permintaan berpeluang mendorong lonjakan harga pangan. Kondisi ini akan semakin terasa apabila sisi pasokan belum mampu menyesuaikan diri dengan peningkatan permintaan tersebut.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, MBG bisa dituding sebagai pemicu inflasi. Demand naik signifikan, sementara supply berpotensi terlambat merespons,” ujar Gunawan, Senin (12/1/2026).

Untuk meminimalisir risiko tersebut, Gunawan menilai diperlukan sejumlah kebijakan strategis. Pertama, pemenuhan kebutuhan pangan MBG harus dilakukan melalui pembelian yang terencana dan terkoordinasi, sehingga produsen memiliki kepastian untuk menyesuaikan kapasitas produksinya.

“Misalnya untuk kebutuhan protein, pembelian sebaiknya dikoordinasikan melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di masing-masing wilayah. Dengan begitu, produsen bisa menyiapkan produksi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Kedua, diperlukan kontrak harga yang mengikat agar harga pangan tidak berfluktuasi tajam. Ketiga, penyediaan fasilitas cold storage atau penyimpanan dingin dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dalam periode tertentu. Keempat, perbaikan rantai pasok, khususnya di level produsen bahan baku, harus menjadi perhatian utama.

Gunawan juga mencontohkan fenomena perang harga pada komoditas gaplek. Gaplek yang sebelumnya menjadi bahan baku utama pakan ternak sapi, kini justru diminati peternak ayam menyusul kenaikan harga jagung.

“Ini menunjukkan bahwa MBG berpotensi meningkatkan kebutuhan bahan baku produksi pada komoditas tertentu. Kalau tidak diantisipasi, tekanan harga bisa muncul dari sisi hulu,” ungkapnya.

Menurutnya, investasi di sisi produsen sebenarnya memiliki peluang untuk dikembangkan secara mandiri. Namun, persoalan ketersediaan bahan baku masih menjadi celah besar yang harus segera ditutup.

“Produsen bisa saja enggan menambah kapasitas produksi karena khawatir kesulitan memperoleh bahan baku. Ini yang perlu dijawab lewat kebijakan yang menyentuh sisi hulu,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Menyapa Nusantara

Pemerintah terus memperkuat standar keamanan pangan di setiap dapur penyedia makan (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat penguatan standar operasional prosedur (SOP) dan sistem tanggap darurat, Indonesia menargetkan…

Opini

Pendidikan menumbuhkan Asa sekaligus memerlukan kejernihan hati menyikapi segala dinamisasinya. Tataran Pendidikan dan urusan pemenuhan gizi dapat dipersesikan pada beragam lini. Makan siang gratis sebuah diksi menarik memantik sekaligus menggelitilk…

Pendidikan

JAKARTA (Waspada.id): Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menegaskan penolakannya terhadap kebijakan yang menjadikan guru sebagai Penanggung Jawab Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman…

Menyapa Nusantara

Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya menjaga makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dikonsumsi. Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih…