MEDAN (Waspada.id): Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2026 diperkirakan masih dapat bertahan di kisaran 5 persen, meskipun belanja pemerintah daerah (Pemda) mengalami penurunan.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumut berada pada rentang 5,1 hingga 5,2 persen, atau sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.
“Setelah mempertimbangkan sejumlah data dan kebijakan anggaran pemerintah, saya merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut menjadi 5,1 hingga 5,2 persen pada 2026,” ujar Gunawan, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, konsumsi domestik masih akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sumut. Hal ini sejalan dengan meningkatnya belanja pemerintah pusat, khususnya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan secara masif.
Namun demikian, Gunawan menilai terdapat kebijakan efisiensi anggaran pada pos belanja lainnya yang berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi. Efisiensi tersebut berdampak pada melemahnya akselerasi sejumlah sektor usaha, terutama akibat berkurangnya dana transfer ke daerah.
“Penurunan dana transfer ke daerah menjadi salah satu tantangan utama. Sejumlah sektor usaha akan kesulitan menggenjot pertumbuhan di tengah efisiensi belanja pemerintah pada pos tertentu,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor konstruksi diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak. Pelemahan belanja pemerintah daerah berpotensi menekan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), yang berkorelasi langsung dengan kualitas pembangunan infrastruktur.
“Jika PMTB melemah, maka ada risiko penurunan kualitas infrastruktur yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat,” kata Gunawan.
Meski demikian, pelemahan belanja Pemda tersebut diharapkan dapat dikompensasi oleh belanja pemerintah pusat melalui program MBG. Pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diproyeksikan terus berlanjut dan berkontribusi terhadap peningkatan belanja pemerintah secara keseluruhan.
“Jika pemerintah mampu mendorong realisasi MBG hingga sekitar 1.700 unit, maka program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut hingga 1 persen,” ujarnya.
Saat ini, kontribusi MBG terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut masih diperkirakan di bawah 0,2 persen. Meski begitu, Gunawan optimistis pertumbuhan ekonomi Sumut tetap dapat dijaga di kisaran 5 persen pada 2026, terutama mengingat pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2025 diperkirakan melambat di bawah 4,6 persen.
“Harapannya, MBG bisa menjadi penopang utama agar pertumbuhan ekonomi Sumut kembali stabil dan tidak turun lebih dalam,” pungkasnya. (id09)










