JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah menegaskan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tetap mempertahankan skema subsidi BBM yang berlaku saat ini guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Tanah Abang Market, Jakarta, dilansir dari okezone.com, Rabu (11/3).
Menurutnya, pemerintah masih fokus memastikan harga energi di tingkat konsumen tetap stabil di tengah fluktuasi harga minyak global yang dipengaruhi konflik antara United States, Israel, dan Iran.
Keyakinan pemerintah untuk menahan harga BBM juga didukung oleh kondisi stok energi domestik yang masih aman, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif, rata-rata harga secara kumulatif masih berada di bawah batas asumsi maksimal yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal negara dinilai masih cukup kuat untuk menyerap dampak kenaikan harga energi global tanpa harus langsung membebankannya kepada masyarakat melalui kenaikan harga BBM.
Pemerintah juga berkomitmen memantau perkembangan pasar energi global secara intensif dalam satu bulan ke depan guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Purbaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan pengelolaan gejolak ekonomi kepada pemerintah. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis energi sebelumnya.
“Percaya saja, kita sudah beberapa kali menghadapi harga minyak tinggi dan negara tetap bisa melewatinya karena kebijakannya tepat,” ujarnya.
Melalui kebijakan yang terukur, Kementerian Keuangan memastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga tanpa harus mengambil langkah drastis yang berpotensi memicu lonjakan inflasi di tengah masyarakat. (okz)













