Ekonomi

Menko Pangan: Panen Raya Beras Diperkirakan Mulai Februari 2026

Menko Pangan: Panen Raya Beras Diperkirakan Mulai Februari 2026
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memproyeksikan pelaksanaan panen raya nasional akan berlangsung lebih cepat tahun ini. Diperkirakan, panen raya komoditas beras akan mulai terjadi pada Februari 2026.
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id) Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memproyeksikan pelaksanaan panen raya nasional akan berlangsung lebih cepat tahun ini. Diperkirakan, panen raya komoditas beras akan mulai terjadi pada Februari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa panen raya 2025 lalu baru dimulai pada bulan Maret, maka musim panen pada tahun ini dapat dilakukan sejak Februari dan berlanjut hingga Maret-April.

“Tahun ini lebih cepat lagi panen raya-nya. Kalau dulu (tahun 2025) Maret, ini Februari sudah panen raya. Februari, Maret, April terus panen raya,” ujar Zulhas  dikutip dari investor.id, Selasa (13/1/2026).

Zulhas mengatakan, sejalan dengan percepatan waktu panen, pemerintah juga memperkirakan produksi padi nasional akan mengalami peningkatan. Produksi beras diprediksi naik sekitar 5 hingga 10% dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Zulhas, kenaikan ini menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat cadangan beras nasional.

Menko Pangan juga menegaskan bahwa target cadangan beras sebesar 4 juta ton akan dijaga secara konsisten setiap tahun hingga 2029. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pangan nasional, hingga mengantisipasi fluktuasi produksi.

Seiring peningkatan cadangan beras tersebut, Zulhas mengungkapkan perlunya menuntut kesiapan infrastruktur penyimpanan. Adapun saat ini, jumlah gudang Bulog mengalami penurunan. Dari sebelumnya hampir 1.900 unit gudang, kini hanya tersisa sekitar 1.500 unit akibat alih fungsi sekitar 400 gudang.

Sebagai solusi mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah telah menyelesaikan substansi Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan gudang baru. Bulog akan ditugaskan membangun sekitar 100 gudang tambahan untuk menampung hasil panen raya yang meningkat.

Selain itu, Koperasi Desa (Kopdes) juga akan dilibatkan sebagai alternatif tempat penyimpanan beras.

Mengingat waktu panen yang semakin cepat, pembangunan gudang ditargetkan rampung pada Februari hingga Maret. Agar prosesnya berjalan cepat dan efisien, pemerintah akan bekerja sama dengan TNI dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Ini perlu namanya gudang. Gudang Bulog dulu ada hampir 1.900, sekarang tinggal 1.500-an. Kita ingin kembalikan, karena gudangnya kurang,” pungkas Zulhas. (Inv)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE