EkonomiNusantara

Menperin Agus Jamin Pasokan Plastik Nasional Aman

Menperin Agus Jamin Pasokan Plastik Nasional Aman
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (ist)
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjamin pasokan plastik nasional masih aman, meski harga bahan baku mengalami kenaikan akibat gejolak geopolitik global.

Menurutnya, tekanan terhadap industri plastik tersebut tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan nafta, bahan baku utama industri petrokimia.

“Suplai terganggu pada sektor industri yang tergantung bahan baku nafta sebagai bahan baku utama plastik, akibat dipicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah,” kata Agus Rabu (8/4), di Jakarta.

Menperin menambahkan, gangguan distribusi global memang mendorong kenaikan biaya produksi di sektor hulu. Namun pemerintah memastikan langkah mitigasi terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga.

“Pemerintah menegaskan bahwa saat ini upaya pengamanan pasokan terus berjalan secara paralel, agar diusahakan kelangsungan industri tetap berjalan,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, Kemenperin bersama pelaku industri tengah menempuh sejumlah strategi.

Di antaranya dengan mencari sumber alternatif pasokan nafta di luar Timur Tengah, mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga, serta mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi.

Agus juga menegaskan kenaikan harga plastik di pasar memang terjadi sebagai dampak dari naiknya biaya bahan baku global. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan produk plastik tetap aman.

“Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar,” imbuhnya.

Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), kinerja industri kemasan pada Maret 2026 masih berada pada fase ekspansi tinggi. Hal ini menunjukkan aktivitas produksi tetap berjalan dan stok produk plastik dinilai masih mencukupi.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan pelaku industri manufaktur untuk menjaga stabilitas rantai pasok. Langkah ini dilakukan agar sektor industri tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor di tengah tekanan global.

Kondisi ini muncul di tengah keluhan pelaku industri terhadap kelangkaan plastik. Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengungkapkan pihaknya kesulitan memperoleh bahan kemasan plastik yang dibutuhkan untuk distribusi pangan.

Kelangkaan ini dinilai krusial karena hampir seluruh produk pangan, mulai dari beras, minyak goreng, hingga pupuk, bergantung pada kemasan berbahan plastik.

Gangguan pasokan bahan baku, terutama dari Timur Tengah, juga menyebabkan produksi industri hulu plastik dalam negeri menurun.

Di sisi lain, pelaku industri makanan dan minuman mencatat kenaikan harga plastik cukup signifikan, bahkan mencapai 30-60 persen di tingkat produsen dan hingga dua kali lipat di tingkat pedagang akibat keterbatasan stok.

Kenaikan harga ini juga dirasakan langsung oleh pedagang kecil. Sejumlah harga produk plastik di pasaran dilaporkan melonjak tajam, mulai dari kantong plastik hingga sedotan, yang menambah beban biaya operasional pelaku usaha. (Id88).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE