Ekonomi

Minim Sentimen Domestik, IHSG Dan Rupiah Mengandalkan Arah Pasar Asia

Minim Sentimen Domestik, IHSG Dan Rupiah Mengandalkan Arah Pasar Asia
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan domestik pada perdagangan hari ini dinilai tidak memperoleh banyak dorongan dari agenda ekonomi dalam negeri. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya kinerja pasar keuangan di kawasan Asia.

Pengamat Pasar Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa tekanan dari bursa saham Asia yang mayoritas dibuka melemah berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

“Minimnya agenda ekonomi domestik membuat pelaku pasar cenderung mengandalkan arah pergerakan pasar Asia. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas bursa saham di Asia bergerak melemah dan berpeluang membebani kinerja IHSG,” ujar Gunawan, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan tercatat mengalami pelemahan tipis ke level 8.121. Menurutnya, pelaku pasar masih bersikap wait and see sambil menantikan kelanjutan respons kebijakan dari hasil pertemuan antara MSCI (Morgan Stanley Capital International) dengan pihak Self-Regulatory Organization (SRO) di Indonesia.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan menguat di kisaran Rp16.755 per dolar AS. Meski demikian, Gunawan menilai Rupiah masih dibayangi tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat.

“Tekanan terhadap Rupiah masih ada, seiring dengan kenaikan USD Index ke level 97,23. Namun tekanan tersebut relatif terbatas karena ekspektasi kebijakan The Fed ke depan belum sepenuhnya sejalan dengan keinginan Presiden AS,” jelasnya.

Gunawan menambahkan, calon pengganti Gubernur Bank Sentral AS sejauh ini masih dipersepsikan pasar memiliki kecenderungan kebijakan yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, meskipun ada peluang bersikap lebih dovish.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan signifikan. Emas ditransaksikan naik ke level 5.033 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,7 juta per gram.

“Harga emas dunia kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis 5.000 dolar AS per ons troy. Kondisi ini menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE