MEDAN (Waspada.id): Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Sumatera Utara pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar US$534,52 juta. Surplus tersebut meningkat 23,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$431,22 juta pada Desember 2024.
Statistisi Ahli Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Misfaruddin mengatakan, kinerja positif neraca perdagangan ini memperkuat tren surplus sepanjang tahun 2025.
“Pada periode Januari hingga Desember 2025, Sumatera Utara berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar US$6.928,51 juta,” ujarnya.
Misfaruddin menjelaskan, surplus neraca perdagangan Sumatera Utara terutama ditopang oleh kinerja perdagangan dengan sejumlah negara mitra utama.
Selama Januari–Desember 2025, surplus terbesar dicatat dengan Amerika Serikat senilai US$1.161,49 juta, disusul India sebesar US$614,10 juta, Jepang sebesar US$521,38 juta, Tiongkok sebesar US$498,43 juta, serta Belanda sebesar US$317,07 juta.
Namun demikian, BPS Sumut juga mencatat adanya defisit perdagangan dengan beberapa negara. Defisit terbesar terjadi dengan Singapura sebesar US$404,02 juta, diikuti Malaysia sebesar US$273,31 juta, Australia sebesar US$144,38 juta, Brasil sebesar US$119,88 juta, serta Argentina sebesar US$68,91 juta.
“Secara umum, surplus neraca perdagangan menunjukkan kinerja ekspor Sumatera Utara masih lebih kuat dibandingkan impornya, meskipun terdapat tekanan defisit dengan sejumlah negara mitra tertentu,” pungkas Misfaruddin. (id09)











