Ekonomi

Pelaku Usaha Diminta Siaga Hadapi Gejolak Harga Energi Global

Pelaku Usaha Diminta Siaga Hadapi Gejolak Harga Energi Global
Foto ilustrasi
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Pelaku usaha di Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika harga energi global yang masih berfluktuasi. Ketidakpastian ini dipicu oleh ketegangan geopolitik serta pasokan minyak dunia yang belum stabil.

Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies sekaligus pakar energi, Arcandra Tahar, menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan tenang namun penuh antisipasi, terutama di tengah kebijakan pemerintah yang masih menahan harga energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Arcandra, pelaku usaha dan masyarakat harus mulai memperhitungkan potensi perubahan kebijakan energi di masa mendatang. Hal ini penting mengingat Indonesia tidak memiliki ruang besar untuk menentukan harga minyak secara mandiri.

“Harga minyak pada dasarnya mengikuti harga pasar global. Indonesia membeli di pasar, dan produksi domestik baik melalui K3S maupun Pertamina juga mengacu pada harga pasar,” ujarnya dalam keterangan dilansir investor.id, yang dikutip Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap sektor energi semakin meningkat seiring harga minyak dunia yang kini melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi harga minyak sebesar US$70 per barel dalam APBN 2026. Namun, harga pasar saat ini telah bergerak di kisaran US$90 hingga US$100 per barel, mencerminkan meningkatnya risiko geopolitik dan ketatnya pasokan energi global.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan yang tidak mudah. Di satu sisi, mempertahankan harga BBM domestik dapat memperbesar beban subsidi energi dan menekan APBN. Namun di sisi lain, penyesuaian harga BBM berpotensi berdampak langsung pada perekonomian nasional.

“Apabila harga BBM disesuaikan mengikuti mekanisme pasar, dampaknya akan langsung terasa melalui kenaikan inflasi serta penurunan daya beli masyarakat,” pungkas Arcandra.

Dengan situasi yang penuh ketidakpastian ini, pelaku usaha diharapkan mulai menyiapkan strategi adaptif guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah potensi gejolak harga energi global. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE