BATUBARA (Waspada.id): Upaya percepatan tanam terus dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan tanam bersama yang dilaksanakan di Desa Pahit Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Kamis (12/03/2026) dan Jumat (13/03/2026).
Kegiatan ini melibatkan penyuluh pertanian yang bertugas di Kabupaten Batubara serta berbagai pihak terkait sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut.
Hal ini sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi padi nasional serta menjaga ketahanan pangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, keberhasilan percepatan tanam sangat ditentukan oleh sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta dukungan berbagai pihak di lapangan.
“Penyuluh pertanian dan petani adalah ujung tombak swasembada pangan. Dengan pendampingan yang intensif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kapasitas SDM pertanian, percepatan tanam dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan produksi,” ujarnya.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa program percepatan tanam merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan produksi pertanian nasional serta menjaga ketahanan pangan. Melalui percepatan tanam, diharapkan pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara optimal sehingga indeks pertanaman meningkat dan produktivitas petani semakin baik.
“Percepatan tanam juga menjadi momentum bagi mahasiswa dan penyuluh pertanian untuk terlibat langsung dalam pendampingan petani di lapangan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh, dan petani, diharapkan kegiatan percepatan tanam dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Nurliana.
Ketua Tim Kerja (Katimker) administrasi dan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Batu Bara Kennedi menyampaikan bahwa kegiatan percepatan tanam ini merupakan bagian dari upaya mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.
“Target yang diberikan kementerian untuk Kabupaten Batubara adalah sebesar 4.330 hektare untuk LTT. Target tersebut disusun berdasarkan realisasi pada bulan Maret tahun lalu, sehingga pada periode yang sama tahun ini diharapkan terjadi peningkatan sekitar 20 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koordinasi dan rapat kerja yang dilakukan menjadi strategi ke depan dalam mengoptimalkan pencapaian target tersebut.
Kabupaten Batubara memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan luas tanam. Dari total 12 kecamatan yang ada, sebanyak 11 kecamatan dinilai memiliki potensi untuk pengembangan LTT.
Dengan adanya kegiatan tanam bersama dan koordinasi lintas pihak, diharapkan target peningkatan luas tanam dapat tercapai sehingga turut memperkuat ketahanan pangan nasional. (id09)











