MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Okupasi Barista bagi mahasiswa dan dosen pada tanggal 10-14 Februari 2026 di lingkungan kampus Polbangtan Medan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta sesuai standar kerja nasional dan mendukung kebutuhan industri kopi yang berkembang pesat.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
“Industri kopi merupakan bagian penting dari agribisnis nasional yang memiliki nilai tambah besar. Dengan mencetak barista yang kompeten dan tersertifikasi, kita tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi, tetapi juga memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir sektor perkebunan kopi,” ujar Mentan Andi Amran.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong sinergi antara pendidikan dan industri untuk menjawab tantangan pasar kerja global.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa sertifikasi profesi menjadi kunci dalam menjamin kualitas SDM pertanian.
“Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang diakui industri. Sertifikasi barista ini merupakan contoh nyata implementasi kebijakan link and match antara pendidikan dan kebutuhan dunia usaha,” jelas Idha.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa.
“Ini kesempatan yang baik. Tidak semua mahasiswa perguruan tinggi memiliki kesempatan sertifikasi barista. Kegiatan ini dilakukan agar ada regenerasi barista di Polbangtan Medan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar mahasiswa peserta dari Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP) dengan peminatan kopi berasal dari kalangan anak petani kopi. “Hal ini sebagai tanggapan terhadap kondisi semakin menurunnya jumlah petani kopi di Indonesia,” jelasnya.
Polbangtan Medan sendiri secara rutin menyelenggarakan berbagai jenis sertifikasi dengan tujuan utama agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta fokus pada peningkatan kompetensi baik bagi dosen maupun mahasiswa.
“Barista menjadi sebuah profesi yang menjanjikan. Kopi yang disajikan dengan penyajian yang baik dan cita rasa berkualitas akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sekarang minum kopi bukan hanya kebutuhan, melainkan gaya hidup yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang,” tambah Direktur Nurliana.
Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mencermati materi, dan meresapi setiap pembelajaran dengan harapan semua peserta dinyatakan kompeten.
Ketua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kopi Kreatif Indonesia, Saidul Alam menjelaskan bahwa pelatihan akan dilakukan dengan metode yang sesuai standar industri.
“Kami memiliki standar metodologi khusus. Instruktur kami senang melatih barista dalam kondisi yang riweh dan ramai, sebagaimana kondisi sebenarnya di lapangan saat melayani tamu,” ujarnya.
Peserta akan dilatih dalam manajemen waktu, menghindari konflik di tempat kerja, serta diberikan pemahaman tentang aspek keamanan kerja.
“Kami mulai dari dasar, jadi silakan peserta aktif berdiskusi dengan instruktur untuk mendapatkan pemahaman yang maksimal,” tambahnya.
Saat Pembukaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kopi Kreatif Indonesia, Saidul Alam didampingi oleh instruktur Fadli Hazmi yang juga Sekretaris LPK Kopi Kreatif Indonesia dan instruktur Sujonsen.
Sementara peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 44 mahasiswa dari tiga program studi yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, serta 5 orang Dosen dan PLP 1 orang.
Materi pelatihan mencakup penyediaan bahan baku, penyiapan area pelayanan, pembuatan minuman kopi menggunakan mesin dan peralatan manual, pelayanan pelanggan, hingga penanganan situasi konflik. Uji kompetensi dilakukan pada hari terakhir kegiatan, dengan sertifikat akan diberikan kepada peserta yang dinyatakan kompeten oleh LPK Kopi Kreatif Indonesia. (id09)











