Polbangtan Kementan Tumbuhkan Jiwa Kewirausaan Generasi Muda Melalui Milenial Agriculture Forum

  • Bagikan
Polbangtan Kementan Tumbuhkan Jiwa Kewirausaan Generasi Muda Melalui Milenial Agriculture Forum

MEDAN (Waspada): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan mengajak para milenial muda untuk berwirausaha di bidang pertanian. Sesuai dengan visi dan misi Polbangtan serta Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu membentuk wirausaha muda di bidang pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Ini sesuai arahan dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa wirausaha merupakan upaya untuk regenerasi tenaga terampil di bidang pertanian yang punya semangat wirausaha atau socioagripreneur. Menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dengan menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.

“Wirausaha ini tidak dimaksudkan sekedar untuk mencetak tenaga terampil di bidang pertanian. Tetapi lebih dari itu, menciptakan para wirausahawan bidang pertanian. Lulus dari Polbangtan harus menciptakan lapangan kerja, bukan mencari lapangan kerja,” ujar Amran.

Pada MAF Special Edition kali ini, dihadiri secara virtual online oleh kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr.

Dalam sambutanya, Dedi menghimbau kepada mahasiswa/i Polbangtan Medan dan peserta MAF jangan bimbang jangan ragu untuk menjadi petani. Petani muda yang berjiwa agribisnis, petani muda yang berjiwa wirausaha.

“Pertanian itu menghasilkan oksigen, menghasilkan bahan pangan, mengkonservasi air dan pertanian juga menghasilkan tempat tinggal. Pertanianlah sesungguhnya yang menyediakan seluruh kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Pertanyaanya adalah siapa yang menggerakkan pertanian itu, siapa yang melaksanakan pertanian itu, siapa yang menggarap pertanian itu. Yang mengerjakan pertanian itu, yang menggarap pertanian itu yang melaksanakan pertanian itu adalah tidak lain tidak bukan petani,” ujar Dedi.

Tema Wirausaha Muda dikemas kedalam kuliah umum yang sekaligus menjadi Milenial Agriculture Forum Volume 12 Edisi 5 pada sabtu (30/3) yang diselenggarakan secara hybrid dari aula kampus Polbangtan Medan.

Pada MAF Special Edition kali ini, dihadiri secara langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, S.P, M.P.

Dalam sambutanya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian berharap lulusan Polbangtan Medan menjadi job seaker dan job kreator di bidang pertanian.

Dr.Andriko Noto Susanto, SP, MP, Deputi PKKP Badan Pangan Nasional turut hadir menjadi narasumber. Andriko memaparkan konsep menuju daulat pangan bersama wirausaha muda.

Dalam pemaparanya, Andriko mengatakan, pangan adalah segala sesuatu yang bersumber dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan dan perairan. Semuanya adalah komponen-komponen pangan yang bisa dijadikan bisnis. Dengan demikian wirausaha muda yang bergerak dibidang pangan memiliki ruang lingkup yang sangat luas.

Untuk menjadi agripreneur yang sukses ada 6 langkah, diantaranya adalah cintai apa yang dilakukan, lakukan secara sistematis, belajar cara mempromosikan diri, buat rencana dan realisasikan bisnis, tidak ada kata terlambat, bangun tim kerja yang solid dan bersikap dinamis, inovatif dan ogile.

Tidak hanya itu, Polbangtan Medan juga mendatangkan Founder and Chairman, Mcorp., a Leading Marketing Profesional Service Firm in ASEAN, Hermawan Kartajaya.

Dalam Pemaparanya, Hermawan sangat memotivasi mahasiswa Polbangtan dan PEPI seluruh indonesia dilihat dari antusias para peserta MAF saat sesi diskusi mengajukan pertanyaan mulai dari program pangan gratis yang bisa menjawab minat wirausaha muda lebih meningkat, tips mengidentifikasi kebutuhan pasar agar lebih tepat dalam menciptakan bisnis.

“Jika anda menjadi entrepreneur harus cepat melihat keaadan yang cepat berubah. Seorang entrepreneur adalah seorang yang creative inovation (ide baru yang harus dicoba) di barengi dengan professional,” ujar Hermawan.

Milenial Agriculture Forum yang diselenggarakan kali ini untuk memberikan wawasan praktis tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam memulai dan mengelola usaha baru, dapat menginspirasi Hadirin terutama Mahasiswa untuk berpikir di luar kotak, mengembangkan ide-ide baru, dan menciptakan solusi inovatif untuk masalah-masalah di sekitar. (m31)

  • Bagikan