Porsi Pembiayaan KPR Subsidi Lebih Kecil Dari Tahun Lalu

  • Bagikan
Porsi Pembiayaan KPR Subsidi Lebih Kecil Dari Tahun Lalu
Lokasi Perumahan KPR/Ist

JAKARTA (Waspada): Tahun ini porsi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah [KPR] subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari APBN lebih kecil, hanya senilai Rp13,7 triliun untuk membangun 166 ribu unit rumah subsidi.

Padahal, realisasi FLPP pada tahun 2023 mencapai 229 ribu unit senilai mencapai Rp 26,3 triliun. Karena itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berharap akan adanya tambahan dana untuk pembiayaan KPR subsidi tahun ini

“Mudah-mudahan tahun ini akan ada tambahan lagi, supaya minimal sekitar 220.000 sampai 250.000 unit rumah yang bisa disalurkan di tahun ini,” ujar Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar dalam webinar, di kutip Rabu (28/2/2024).

Menurutnya, penambahan itu bisa lewat adanya guliran pengembalian dana FLPP yang sudah disalurkan. Misalnya, seperti yang terjadi pada tambahan dana bakal KPR Subsidi tahun lalu. Karena, sampai sekarang pembelian rumah lewat KPR masih diminati masyarakat.

Data BTN menyebutkan, pembelian rumah di Indonesia masih didominasi dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Persentase beli rumah lewat KPR mencapai 75 persen.

“Sekitar 75 persen lebih melalui KPR. Kalau kita lihat, pilihan KPR terhadap masyarakat masih tumbuh positif didukung kebijakan pemerintah,” tutur dia.

Ia menambahkan, insentif KPR oleh pemerintah mampu mendongkrak pembelian rumah. Insentif itu di antaranya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kemitraan hubungan baik pihaknya dengan mitra pengembang yang telah membantu realisasi KPR subsidi dan non-subsidi, membuahkan hasil berupa kenaikan aset BTN sebesar 9,1 persen atau setara Rp438,75 triliun.

“Pada 2023 pertumbuhan ekonomi kita juga luar biasa untuk ukuran pascapandemi COVID-19 dan pada tahun 2024 kenaikan aset BTN sebesar 9,1 persen atau setara dengan Rp438,75 triliun,” katanya dalam gelaran BTN Most Valuable Developer Dinner Gathering.

Dia katakan, BTN juga konsisten meningkatkan laba bersih sepanjang tahun 2023 yang mencapai Rp3,5 triliun, atau mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 15 persen. (J03)

  • Bagikan