JAKARTA (Waspada.id): Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu meyakini pertumbuhan kredit atau pembiayaan bisa tumbuh double digit pada pra dan pasca-Lebaran, dengan kebijakan pemerintah menerapkan work from anywhere (WFA). Hal ini bisa mendorong daya beli masyarakat serta meningkatkan kredit konsumsi.
“Kesempatan libur cuti bersama yang diberikan pemerintah dan kebijakan WFA, mudah-mudahan bisa meningkatkan permintaan atas jasa pariwisata atau jasa lain yang berkaitan dengan kredit konsumsi,” kata Anggito dalam acara seminar ‘Ekonomi Syariah: Pilar Stabilitas Ekonomi’ di Jakarta, Rabu (10/2/2026).
Ia memproyeksikan pertumbuhan kredit pada momen Ramadhan dan Lebaran bisa tumbuh lebih tinggi, didorong oleh prediksi penguatan kredit konsumsi. Sehingga target pertumbuhan kredit yang diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa tercapai.
“Kalau proyeksi pertumbuhan pembiayaan atau kredit perbankan, OJK sudah menyampaikan bahwa pertumbuhannya ada di sekitar 10—12 persen, khususnya kredit konsumsi. Karena likuiditas yang tersedia di pasar cukup memadai. Jadi mudah-mudahan ini momentum untuk akselerasi pembiayaan kredit,” jelas Anggito.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan skema WFA pada momen Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Penetapan tersebut bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat pada momen hari besar keagamaan nasional (HBKN).
“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur hari besar keagamaan Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus bagi ASN (aparatur sipil negara) dan pekerja swasta. Pemerintah menetapkan skema kerja work from anywhere,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga, Selasa (10/2/2026).
Airlangga menuturkan, hari yang ditentukan untuk WFA bagi ASN maupun pekerja swasta meliputi Selasa (17/3/2026), Rabu (18/3/2026), Rabu (25/3/2026), Kamis (26/3/2026), dan Jumat (27/3/2026). (Id88)











