PT PIM Lakukan Pengantongan Akhir 2023 Dan Awal 2024

Ini Jumlah Realisasi Produksi PT. PIM Tahun 2023

  • Bagikan
PT PIM Lakukan Pengantongan Akhir 2023 Dan Awal 2024
Direktur Operasi dan Produksi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), Jaka Kirwanto melaksanakan kegiatan pengantongan akhir tahun 2023 dan pengantongan awal tahun 2024. Ist

ACEH UTARA (Waspada): Direktur Operasi dan Produksi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), Jaka Kirwanto bersama dengan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Eko Setyo Nugroho, dan Komisaris Utama, Marzuki Daud lakukan pengantongan akhir tahun 2023 dan melaksanakan pengantongan awal tahun 2024. Kegiatan itu dilaksanakan secara simbolis di areal Bagging NPK PIM, Jumat (29/12) malam.

Kegiatan pengantongan akhir tahun 2023 dan pengantongan awal tahun 2024 dilaksanakan oleh PT PIM pada tahun ini berbeda dengan yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, kegiatan itu dilaksanakan pada pada malam tahun baru pukul 00.00 dengan mengundang sejumlah awak media untuk menyaksikan dua kegiatan tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima Waspada, Sabtu (30/12) siang dari Humas PT. PIM menjelasakan, kegiatan tersebut dibuat secara kecil-kecilan sehingga tidak mengikutsertakan awak media untuk menyaksikan langsung proses pengantongan akhir dan pengantongan awal tahun.

Usai kegiatan pengantongan akhir tahun dan awal tahun, Direktur Operasi dan Produksi PT PIM, Jaka Kireanto menyerahkan santunan kepada anak yatim yang berasal dari gampong (desa) lingkungan. Pihak Humas PT. PIM tidak menjelaskan dalam siaran persnya, tentang bantuan jenis apa saja yang diberikan kepada warga lingkungan.

Ini Jumlah Realisasi Produksi PT. PIM Tahun 2023

Kegiatan pengantongan akhir dan awal tahun dilakukan sebagai wujud pencapaian kinerja akhir tahun dan merupakan refleksi dari kelancaran operasional perusahaan sepanjang tahun 2023. Disebutkan, pada tahun 2023, PT. PIM telah berhasil memproduksi urea sebanyak 408.323 ton, ammonia sebesar 275.200 ton, dan NPK sebesar 69.083 ton.

“Atas pencapaian ini kami semua menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt, karena telah melalui proses dan waktu yang panjang dengan upaya (effort) yang luar biasa,” sebut Jaka Kirwanto.

Pada kesempatan itu, Jaka menyampaikan, wilayah Kerja PT. PIM meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepri. “Kami berharap pada momen akhir tahun 2023 ini dapat menyalurkan dan mengalokasikan produk NPK subsidi di wilayah kerja kami itu pada tahun 2024. Pabrik NPK kita juga telah beroperasi sejak diresmikan Presiden, Joko Widodo pada 10 Februari 2023. Semoga dengan beroperasinya pabrik NPK, PT. PIM dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam pemenuhan kebutuhan pupk NPK guna mendukung ketahanan pangan nasional,” harapnya.

Sebagai salah satu anak perusahaan dari Pupuk Indonesia Group, PT. PIM berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis agar tersedianya kebutuhan bahan baku gas sebagai kebutuhan utama bahan baku Pabrik dan juga senantiasa mengoptimalkan operasional Pabrik untuk tercapainya target produksi, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

“Atas semangat dan kinerja kita secara keseluruhan tahun ini, Saya mewakili manajemen mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja keras, dedikasi dan perjuangan yang telah ditunjukkan oleh insan PIM untuk perusahaan yang kita cintai ini,” ucapnya.

Dalam siaran pers itu, Jaka Kirwanto ikut menjelaskan, PIM ke depan akan terus melakukan pengembangan seperti Komersialisasi Lahan IMIA (Iskandar Muda Industrial Area), Program Makmur dan program-program strategis berdasarkan sumber daya yang tersedia seperti Blok Andaman, Blok Gebang, Blok Bireuen Sigli Oil and Ga, serta potensi sawit dan sumber daya lainnya.

Potensi tersebut, kata Jaka, memicu PIM untuk terus berkarya mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui pembangunan pabrik Blue Ammonia dan Green Ammonia sebagai Industri Hijau. PIM mengajak investor untuk melakukan investasi hilirisasi sawit di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe untuk bersama-sama mewujudkan kawasan Green Industry Cluster (GIC) pertama di Indonesia. (b07)

  • Bagikan