Ekonomi

Redam Lonjakan Harga Energi, AS Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak

Redam Lonjakan Harga Energi, AS Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak
Foto AP
Kecil Besar
14px

WASHINGTON (Waspada.id): Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis atau Strategic Petroleum Reserve (SPR). Kebijakan ini ditempuh untuk menekan lonjakan harga energi global yang melonjak tajam setelah pecahnya konflik di Iran.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyampaikan bahwa proses pelepasan cadangan minyak tersebut akan mulai dilakukan pada pekan depan. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 120 hari agar seluruh pasokan minyak itu dapat sepenuhnya masuk ke pasar.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka pendek untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Kami akan melepasnya sekarang, lalu kami akan mengisinya kembali,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan lembaga penyiaran WKRC-TV. Ia menambahkan, pengurangan cadangan sementara diperlukan untuk menekan harga bahan bakar di tingkat konsumen.

Harga BBM Melonjak

Lonjakan harga energi di AS terjadi cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Data dari American Automobile Association menunjukkan harga rata-rata bensin di Amerika Serikat kini mencapai US$3,58 per galon, melonjak sekitar 22% dibandingkan bulan lalu yang masih berada di kisaran US$2,94 per galon.

Kenaikan tajam ini dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat konflik di Iran yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas suplai energi dunia.

Saat ini, Amerika Serikat memiliki sekitar 415 juta barel cadangan minyak, atau sekitar 58% dari total kapasitas penyimpanan maksimum yang mencapai 714 juta barel.

Menteri Energi Chris Wright memastikan pemerintah akan kembali menambah cadangan tersebut dengan sekitar 200 juta barel minyak dalam setahun ke depan, tanpa membebani pembayar pajak.

Langkah Washington ini juga menjadi bagian dari kesepakatan bersama negara-negara anggota International Energy Agency. Pada hari yang sama, organisasi energi global tersebut menyetujui pelepasan total 400 juta barel minyak dari berbagai negara anggota, termasuk negara-negara di Eropa dan Asia Timur.

Keputusan ini tercatat sebagai pelepasan cadangan minyak terbesar dalam lebih dari 50 tahun sejarah IEA, sebagai upaya mengatasi gangguan besar pada pasokan minyak dunia.

Cadangan Darurat untuk Krisis Energi

Cadangan minyak darurat AS, Strategic Petroleum Reserve, dikelola oleh United States Department of Energy. Stok minyak mentah tersebut disimpan dalam gua-gua garam raksasa di bawah tanah sepanjang pesisir Teluk Meksiko.

Cadangan ini berfungsi sebagai bantalan ekonomi ketika terjadi gangguan pasokan energi ekstrem, seperti bencana alam besar atau konflik geopolitik.

Pelepasan cadangan minyak dalam skala besar biasanya menjadi langkah terakhir pemerintah untuk menstabilkan pasar. Dalam situasi konflik di Timur Tengah saat ini, kebijakan AS bersama IEA diharapkan mampu meredam spekulasi harga dan mencegah terjadinya guncangan ekonomi global. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE