Ekonomi

Rupiah Dan IHSG Melemah, Harga Emas Terkoreksi Terbatas

Rupiah Dan IHSG Melemah, Harga Emas Terkoreksi Terbatas
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Pergerakan pasar keuangan pada perdagangan hari ini, Jumat (6/3), menunjukkan tekanan pada sejumlah instrumen utama. Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah, sementara harga emas mengalami koreksi terbatas di tengah ketidakpastian global.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat terbaru belum mampu memberikan sentimen kuat bagi pasar keuangan global.

“Data initial jobless claims AS menunjukkan perbaikan tipis, yakni sebesar 213 ribu klaim dibandingkan ekspektasi pasar sekitar 215 ribu. Namun data tersebut tidak banyak mengubah arah pergerakan pasar saham di Amerika Serikat,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, bursa saham di AS seperti Dow Jones justru ditutup melemah pada perdagangan terakhir. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas juga berada di zona merah.

“Tidak jauh berbeda dengan pasar saham AS, mayoritas bursa saham Asia hari ini juga mengalami pelemahan. IHSG ikut terkoreksi dan ditutup di level 7.699, seiring memburuknya sentimen regional,” jelasnya.

Menurut Gunawan, pelaku pasar domestik juga menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan keluar pada hari ini. Data tersebut dinilai akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah pasar dalam jangka pendek.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar, rupiah pada perdagangan hari ini tercatat melemah ke kisaran Rp16.910 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama eskalasi konflik geopolitik yang masih berlangsung.

“Perang yang masih berlanjut menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk bagi rupiah,” kata Gunawan.

Meski demikian, ia menilai peningkatan cadangan devisa Indonesia dapat membantu meredam kekhawatiran pasar, terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang juga dipicu oleh konflik geopolitik.

Di sisi lain, kondisi global tersebut juga berdampak pada pergerakan harga emas. Menurut Gunawan, konflik yang terus berlangsung membuat harga emas tetap bertahan pada level tinggi.

“Harga emas dunia masih mampu bertahan di atas 5.100 dolar AS per ons troy, atau sekitar 5.131 dolar AS per ons troy sejauh ini,” ujarnya.

Namun demikian, harga emas sempat mengalami tekanan terbatas. Kenaikan harga minyak mentah berpotensi memicu inflasi sehingga memperkuat dolar AS, sekaligus membuka peluang penundaan pemangkasan suku bunga acuan.

Untuk pasar domestik, harga emas saat ini masih berada di kisaran Rp2,8 juta per gram dengan kecenderungan melemah tipis.

“Jika konflik masih berlanjut, secara fundamental emas masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Namun pergerakannya ke depan akan sangat dinamis mengikuti perkembangan geopolitik global,” pungkas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE