JAKARTA (Waspada.id): Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Rabu (11/2/2026), seiring melemahnya sentimen dolar menjelang rilis data ketenagakerjaan AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 43 poin atau 0,26% ke level Rp16.768 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau stabil di level 96,79.
Penguatan ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (10/2/2026), rupiah ditutup melemah 7 poin ke posisi Rp16.812 per dolar AS.
Mengutip data TradingView, mayoritas mata uang Asia bergerak konsolidatif terhadap dolar AS pada sesi perdagangan pagi. Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS, khususnya data nonfarm payrolls (NFP) yang dijadwalkan dirilis hari ini.
Analis CBA, Carol Kong, dalam laporan risetnya memperkirakan tren pelemahan data ketenagakerjaan AS yang berada di bawah konsensus masih akan berlanjut dan berpotensi menekan dolar AS.
“Kami memperkirakan tren data ketenagakerjaan yang berada di bawah konsensus akan berlanjut dan menekan dolar AS,” ujar Kong.
Ia menambahkan, pelemahan lanjutan di pasar tenaga kerja AS, ditambah meredanya tekanan inflasi, berpeluang mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk kembali memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini.
Di pasar global, pergerakan mata uang utama relatif stabil. Data FactSet mencatat USD/JPY berada di level 154,36, USD/KRW di 1.457,59, sementara AUD/USD bergerak datar di posisi 0,7076. (invid)











