Ekonomi

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Meroket, BBM Naik

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Meroket, BBM Naik
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali mengguncang pasar energi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan tajam harga minyak mentah dunia dalam tiga hari terakhir.

Berdasarkan data dari Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak dari kisaran 63 dolar AS per barel pada 26 Februari menjadi 70,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent turut meroket dari sekitar 69 dolar AS menjadi 77 dolar AS per barel. Bahkan, Brent mencatatkan kenaikan tertinggi dalam setahun terakhir.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, lonjakan ini dipicu kekhawatiran terganggunya distribusi energi global.

“Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia, dengan kontribusi sekitar 15–20 persen terhadap pasokan energi global. Ketika jalur tersebut ditutup, pasar langsung merespons dengan aksi beli besar-besaran yang mendorong harga melonjak,” ujar Gunawan, Senin (2/3/2026).

Kenaikan harga minyak mentah tidak semata-mata dipengaruhi kebijakan buka-tutup Selat Hormuz, tetapi juga dipicu kekhawatiran perang yang berpotensi berkepanjangan. Selama konflik masih berlangsung dan distribusi energi terancam, harga minyak berpeluang tetap bertahan tinggi.

“Situasi ini mengingatkan pasar pada tahun 2022 ketika harga minyak sempat menembus 120 dolar AS per barel setelah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina. Kala itu, lonjakan harga energi memicu tekanan inflasi global yang signifikan,” ujarnya.

Apabila operasi militer yang diproyeksikan berlangsung selama empat pekan benar terjadi, maka penutupan Selat Hormuz dalam periode tersebut berpotensi membuat harga minyak bertahan di level tinggi. Dampaknya bisa merambat pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara.

“Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini dinilai cukup kuat untuk mendorong penyesuaian harga BBM non-subsidi. Sementara itu, harga BBM subsidi juga berpotensi mengalami evaluasi, meski keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah,” ujar Gunawan.

Gunawan mengatakan, dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pasar energi global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dalam beberapa pekan ke depan, menanti perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan, ketegangan di Timur Tengah yang memuncak menciptakan konsekuensi pada ekonomi global melalui perkembangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang merupakan rute transit penting bagi sekitar 20–25% pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap harinya.

Dalam respons terhadap serangan gabungan AS-Israel, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penutupan atau pembatasan akses terhadap Selat Hormuz, menyatakan bahwa jalur tersebut “tidak aman untuk dilintasi” dan telah menghentikan kegiatan pelayaran sebagai langkah keamanan.

Beberapa laporan menyatakan bahwa kapal dagang, termasuk tanker besar, telah menerima peringatan dari IRGC bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz, sementara otoritas maritim AS memperingatkan kapal sipil untuk menjauhi kawasan Teluk karena risiko konflik yang tinggi.

“Penutupan atau gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, karena jalur ini biasanya memfasilitasi perdagangan minyak mentah dan gas yang mencapai puluhan juta barel per hari, serta berdampak terhadap kondisi harga minyak, rantai pasok energi, dan biaya asuransi pengiriman yang bisa melonjak tajam,” ujarnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE