EkonomiPendidikan

Siap Hadapi Dunia Kerja, Mahasiswa Polbangtan Kementan Sertifikasi Asisten Kebun Dan Fasilitator Organik

Siap Hadapi Dunia Kerja, Mahasiswa Polbangtan Kementan Sertifikasi Asisten Kebun Dan Fasilitator Organik
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Asisten Kebun Kelapa Sawit dan Fasilitator Tanaman Organik bagi 65 mahasiswa Semester VII Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi sejak tanggal 11 hingga 14 Februari 2026 di Polbangtan Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Asisten Kebun Kelapa Sawit dan Fasilitator Tanaman Organik bagi 65 mahasiswa Semester VII Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi sejak tanggal 11 hingga 14 Februari 2026 di Polbangtan Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Sertifikasi kompetensi merupakan langkah penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian yang handal dan berdaya saing global. Melalui pengakuan kompetensi yang sesuai standar, kita dapat memastikan bahwa tenaga kerja pertanian Indonesia mampu bersaing di kancah internasional,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sertifikasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu SDM pertanian.

“Kami berkomitmen untuk mendukung berbagai program sertifikasi profesi di sektor pertanian. Hal ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi lulusan, tetapi juga membantu dunia usaha dan industri mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan khusus bagi mahasiswa menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

“Dunia pekerjaan di masa depan semakin berat dan bersaing. Tanpa kemampuan khusus, adik-adik akan tereliminasi. Dengan kompetensi yang diakui ini, yakinlah kita akan terpilih dan dapat bersaing,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengakuan yang diberikan bukanlah akhir dari perjuangan.

“Kami yakin anak-anak ini kompeten. Namun adik-adik tidak boleh puas dengan hasil hari ini. Selain kompetensi, mahasiswa Polbangtan harus memiliki moral dan literasi yang baik. Manfaatkan perpustakaan, gunakan teknologi sebagai sumber ilmu, dan bangun jejaring relasi yang baik. Anak Medan itu kambing di kandang sendiri, banteng di kandang orang – jadi adik-adik harus berani dan kuat,” tegasnya.

Ketua Panitia juga sekaligus Kepala Unit TUK Polbangtan Medan, Firman Raydav Lamtorang Silalahi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.

“Kegiatan berjalan dengan baik. Diharapkan hasil yang akan diberikan merupakan hasil yang baik juga,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil galeri informasi yang dilakukan, mahasiswa memiliki kemampuan penyuluhan yang baik, namun ilmu teknis tentang kelapa sawit masih perlu ditingkatkan.

“Harapannya para mahasiswa dapat mengembangkan kembali ilmunya dan mengasah kemampuannya di kemudian hari,” tambahnya.

Pindo, salah seorang mahasiswa Jurusan Perkebunan, mengaku bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar.

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan sertifikasi, namun juga tempat kami belajar, mendapat pengalaman, dan motivasi dalam menghadapi dunia pekerjaan di masa depan. Kami berharap dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Herdi Waloyo, perwakilan Asesor Bun mengatakan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar.

“Kami berterima kasih kepada para asesi dan dosen yang sudah mendukung berjalannya acara ini, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar, tidak ada yang izin, dan terlambat. Ini juga menjadi Nilai plus untuk Polbangtan Medan,” katanya.

“Sesuai dengan hasil rapat sebelumnya semua asesi baik dari asisten kebun dan fasilitator organik tanaman kami nyatakan kompeten,” tambahnya.

Ia berharap hal ini dapat membantu adik-adik dalam pekerjaan dan para asesi dapat menggapai cita-citanya baik sebagai asisten kebun maupun fasilitator tanaman organik.

Kegiatan sertifikasi ini mencakup beberapa tahapan, antara lain Konsultasi Pra Asesmen, Ujian Tulis, Wawancara, dan Unjuk Kerja yang meliputi 14 kompetensi utama untuk Asisten Kebun Kelapa Sawit serta standar kompetensi untuk Fasilitator Tanaman Organik. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE