MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (Polbangtan Medan) menyelenggarakan program sertifikasi digital marketing bagi mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.
Polbangtan Medan sebagai perguruan tinggi vokasi milik Kementerian Pertanian memiliki visi untuk menjadi lembaga unggul dalam menyiapkan SDM pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing. Sertifikasi digital marketing menjadi salah satu upaya untuk mencapainya, mengingat perkembangan teknologi digital yang mengubah lanskap usaha dan komunikasi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pentingnya peran generasi muda dalam menggerakkan transformasi pertanian ke arah yang lebih modern.
“Masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda dan mahasiswa yang diyakini mampu membawa inovasi serta semangat baru bagi sektor pertanian nasional dengan pendekatan teknologi. Pertanian hari ini bukan lagi soal cangkul dan lumpur, ini tentang teknologi, riset, dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan,” ujar Mentan Amran.

Ia juga menekankan bahwa hilirisasi komoditas pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sektor ini, dan mahasiswa dapat mengambil peran penting dalam hal ini.
“Semua produk kita yang paling besar dan paling dahsyat adalah pertambangan dan pertanian. Dan pertanian ini yang bisa memimpin masa depan bangsa Indonesia. Dan mahasiswa di sini bisa memimpin Indonesia ke depan,” tambahnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa penguatan kompetensi digital bagi mahasiswa pertanian sangat krusial untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Program seperti sertifikasi digital marketing ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa, sehingga mereka dapat berkontribusi secara signifikan pada pengembangan sektor pertanian. Kita perlu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya ahli di bidang teknis pertanian, tetapi juga mampu mengelola dan memasarkan produk pertanian secara efektif melalui platform digital,” katanya.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan bahwa mahasiswa Polbangtan Medan adalah pionir penggerak sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
“Hari ini kami memberi kesempatan mahasiswa Polbangtan Medan untuk meningkatkan skillnya terutama pada penguasaan digital marketing. Dengan dibekalinya Sertifikasi Digital Marketing ini bisa membawa lulusan Polbangtan Medan lebih unggul dan berdaya saing,” ujar Nurliana.
“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan mengikuti Sertifikasi Digital Marketing dengan cuma-cuma. Polbangtan Medan hadir memfasilitasi apapun yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi lulusannya termasuk menyelenggarakan sertifikasi salah satunya Sertifikasi Digital Marketing. Diharapkan mahasiswa yang mengikuti sertifikasi ini dapat serius dan seluruhnya lulus bersertifikasi,” tambahnya.
Sasaran kegiatan ini adalah 133 mahasiswa Semester VII dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (67 orang) dan Penyuluhan Perkebunan Presisi (66 orang). Bimbingan teknis dilaksanakan pada tanggal 22-23 Januari 2026, sedangkan proses sertifikasi berlangsung pada 28-30 Januari 2026 di lingkungan kampus Polbangtan Medan.
Sertifikasi diselenggarakan bersama LSP Retail Indonesia dengan pemateri ahli yaitu Marzuki Halim, Alween Ong, Sandi Putra, dan Muhammad Yusuf. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi digital marketing yang teruji dan siap bersaing di dunia usaha, industri, dan kerja. (id09)










