MEDAN (Waspada.id): Pasokan kebutuhan pangan di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan dalam kondisi cukup hingga Ramadhan dan Idul Fitri mendatang. Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi kenaikan harga akibat lonjakan permintaan musiman.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, stok sejumlah komoditas utama relatif aman.
“Secara umum, pasokan pangan kita berada dalam posisi cukup hingga Idul Fitri. Tapi perlu dipahami, stok yang aman bukan berarti harga tidak akan naik sama sekali,” ujar Gunawan di Medan, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, menjelang Ramadhan tahun ini sejumlah komoditas sudah menunjukkan kenaikan harga, seperti daging sapi, daging ayam, dan tomat.
Di sisi lain, beberapa komoditas strategis justru tengah memasuki fase produksi yang meningkat. Beras, gula pasir, dan minyak goreng diproyeksikan memiliki suplai yang stabil seiring musim panen yang mulai berjalan.
“Produksi beras kita meningkat. Begitu juga gula pasir dan minyak goreng. Cabai merah, cabai rawit, hingga sayur-sayuran lainnya juga dalam kondisi stok cukup. Untuk bawang merah, meskipun sebagian masih didatangkan dari luar daerah, pasokannya diperkirakan tetap stabil sampai Lebaran,” jelasnya.
Meski demikian, Gunawan mengingatkan bahwa faktor permintaan (demand) selama Ramadhan dan Idul Fitri kerap menjadi pemicu utama fluktuasi harga.
“Permintaan biasanya berfluktuasi tajam dalam 40 hari ke depan. Ini yang harus diwaspadai. Tidak semua komoditas naik bersamaan, tapi ada yang sangat sensitif terhadap lonjakan permintaan,” katanya.
Salah satu komoditas yang dinilai paling rentan adalah cabai merah. Menurutnya, harga cabai merah berpeluang sangat volatil selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
Selain itu, daging sapi, daging ayam, dan telur juga berpotensi mengalami lonjakan harga apabila permintaan meningkat signifikan. Namun, tidak semua komoditas diperkirakan akan mengalami kenaikan. Gunawan menyebut beberapa harga justru berpeluang turun.
Saat ini, harga gula pasir ditransaksikan di kisaran Rp17.500–Rp18.500 per kilogram. Minyak goreng curah berada di rentang Rp18.000–Rp20.000 per kilogram. Sementara harga beras di tingkat kilang berkisar Rp13.800–Rp14.300 per kilogram.
“Dengan meningkatnya produksi dan musim panen yang berjalan, ada peluang harga gula, beras, bahkan minyak goreng bisa terkoreksi. Apalagi jika harga CPO turun, itu bisa ikut menekan harga minyak goreng curah,” pungkasnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi tetap lancar selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. (id09)











