Tingginya Harga Beras Timbulkan Kelangkaan Di Pasaran

  • Bagikan
Tingginya Harga Beras Timbulkan Kelangkaan Di Pasaran
beras/ist

JAKARTA (Waspada): Pedagang ritel mendesak pemerintah untuk membuka data jumlah beras yang disalurkan sebagai bantuan sosial (bansos). Sebab tingginya harga beras saat ini telah menimbulkan kelangkaan di pasaran, termasuk beras ukuran 5 kilogram (kg).

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan menyoroti, masih tingginya harga beras medium dan premium di pasar sejarang ini. Sedangkan, pemerintah terus memasok beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) ke pasar dan toko ritel selama sepekan. Namun kenyataannya beras di sejumlah toko ritel tetap langka.

“Pemerintah menggelontorkan bantuan sosial kepada masyarakat dan kami rasa ada beberapa yang memang perlu dikoreksi. Karena yang berhak menerima itu kami akan terus dukung dan support, namun jika yang mampu menerima bantuan tersebut ini yang jadi masalah,” ujar Reynaldi di Jakarta, Senin (19/2/2024).

Karena itu, lanjutnya, pemerintah seharusnya membuka data penerima bansos kepada masyarakat. Misal, berapa banyak beras yang digelontorkan untuk bansos dan ada berapa banyak beras yang sudah didistribusi atau disuplai ke pasar-pasar.

Saat ini beras kemasan 5 Kg yang biasa dijajakan pasar ritel modern seperti Alfamidi dan Indomaret perlahan mulai lenyap, baik beras premium maupun beras Bulog program Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP).

“Sebenarnya logika sederhana jika pemerintah menggelontorkan beras SPHP yang intinya untuk menstabilisasi harga beras tentu di lapangan tidak akan melonjak,” terang Reynaldi.

Menurut Reynaldi, di pasar-pasar dan di ritel, harga beras masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Reynaldi mengatakan, pemberian bansos oleh pemerintah tidak menjadi persoalan, jika penerimanya tepat sasaran.

“Namun jika yang mampu menerima bantuan tersebut ini yang masalah. Maka kami meminta data itu untuk diberikan kepada publik,” tambah Reynaldi.

Reynaldi berujar, dalam beberapa pekan ke depan akan memasuki bulan suci Ramadhan dan lebaran, sehingga permintaan di pasar akan jauh lebih tinggi. Pemerintah perlu menjaga pasokan dan menjaga harga beras, dan komoditas pangan lain.

Berdasarkan pantauan di laman resmi panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pukul 08.48 WIB, harga beras premium naik sebesar Rp 170 per kilogram (kg) menjadi Rp 16.190 per kg dibandingkan harga kemarin. (J03)

  • Bagikan