Tingkat Kematangan Digital Perbankan RI Rasionya Baru Sebesar 50 Persen

  • Bagikan
Tingkat Kematangan Digital Perbankan RI Rasionya Baru Sebesar 50 Persen
digital perbankan/ilustrasi

JAKARTA (Waspada): Berdasarkan survei tingkat kematangan digital perbankan di Indonesia menunjukkan rasionya baru sebesar 50 persen terhadap finansial konsumen pada tahun 2021l.

Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan digitalisasi sektor keuangan di tengah perkembangan era Artificial Intelligence, yang menghadirkan Digital Maturity dengan konsep customer-centric orientation.

“Tingkat kematangan digital perbankan di Indonesia pada dimensi konsumen menunjukkan rasio sebesar 50 persen pada 2021,” kata Perwakilan Advisia Group yang juga Dewan Juri Digital Financial Excellence Award 2023 Shandy Permadi, di Jakarta, Rabu (20/12).

Media Asuransi Indonesia bekerja sama dengan tim ahli dari Advisia Group dan Universitas Indonesia menghadirkan the first “Digital Financial Excellence Award” untuk mendukung upaya katalisasi digital di Indonesia khususnya di sektor keuangan.

Shandy menjelaskan, terdapat 242 perusahaan yang telah di seleksi sebelumnya dengan kriteria kepemilikan produk digital aplikasi mobile baik berupa Android ataupun IoS.

Kemudian dianalisas berdasarkan aspek antara lain, Customer Engagement Usage & Frequency, Channel Mix, Communication Features, Usage of AI in Customer Engagement to users. Customer Experience
Customer Experience, Customer Satisfaction (CISAT), Usage of AI in Improving Customer Experience. Customer Trust & Perception Brand Awareness, Trust Level, Sentiment, Customer Perception. Customer Insight Understanding consumers, usage of AI for customer insight Customer Disabilities / Inclusivity.

Survei dilakukan di seluruh Indonesia dan yang terbesar responden di Jabodetabek mencapai 20 persen, dengan kelompok usia 68 persen di atas 33 tahun, dan 29 persen berusia antara 26 tahun-32 tahun serta usia 18 tahun-25 tahun. Responden perempuan lebih banyak mencapai 57 persen dan laki-laki sebanyak 40 persen.

Sementara itu, CEO PT Media Asuransi Indonesia Mucharor Djalil dalam sambutannya menyampaikan bahwa penganugerahan ini ditujukan untuk mendorong perusahaan-perusahaan jasa keuangan untuk lebih meningkatkan teknologi digitalnya, demi melayani nasabah dengan lebih baik. Karena, bagaimana pun, teknologi digital tidak bisa dilepaskan dari kegiatan bisnis, termasuk dalam jasa keuangan.

“Untuk lebih obyektif dan lebih luas, dalam menentukan pemenang Digital Financial Excellence Award 2023. Tentunya, kami akan selalu memperbaiki penilaian apa saja yang dilakukan dalam riset mengenai peran teknologi digital dalam industri jasa keuangan, termasuk di bank, asuransi, dan pasar modal,” kata Mucharor Djalil.

Untuk tahun ini, ada 7 kelompok jasa keuangan yang diperingkat, yaitu: Kategori bank meliputi bank konvensional dan bank digital. Kategori asuransi dan insurtech. Kategori perusahaan multifinance dan fintech.

Berikutnya kategori third party administrator (TPA). Kategori asset trading platform (crypto). Kategori asset & investment management. Terskhir, kategori securities company.

“Media Asuransi mengucapkan selamat kepada para pemenang Digital Financial Excellence Award 2023 Media Asuransi. Harapan kami, penghargaan ini akan mendorong kinerja teknologi digital di perusahaan-perusahaan jasa keuangan yang Bapak dan Ibu pimpin, sehingga dapat mempercepat proses bisnis dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah,” imbuh Djalil.

Untuk penilaiannya meliputi 13 indikator: usage, frequency, channel mix (socmed), loyalty, comm mix, awareness, trust level (security), sentiment, customer satisfaction, overall UI/UX experience, customer insight, used of AI insight generator, dan customer with disabilities.

Masing-masing indikator dinilai, kemudian diperoleh skor akhir dari tiap perusahaan. Selanjutnya disusun ranking berdasar skor akhir tersebut sesuai kategori atau kelompok perusahaannya.

Beberapa pendekatan yang digunakan untuk penilaian adalah: Riset Sekunder, Survei Pelanggan yang Mendalam, Pembeli Misterius, dan Validasi oleh Dewan Juri dari Tim Pakar. Pada penyelenggaraan pertama ini, perusahaan-perusahaan yang diriset dibagi dalam 7 kategori.

Hasilnya, secara keseluruhan ada 103 penghargaan yang diserahkan kepada 89 perusahaan peraih Digital Financial Excellence Awards 2023.

  1. Kategori bank ada 41 penghargaan yang diterima 29 bank konvensional dan bank digital.
  2. Kategori asuransi ada 30 penghargaan yang diterima 29 perusahaan asuransi dan insurtech.
  3. Kategori multifinance ada 14 penghargaan yang diterima 13 multifinance dan fintech.
  4. Kategori third party administrator ada tiga penghargaan yang diterima tiga perusahaan.
  5. Kategori asset trading platform (crypto) ada lima penghargaan yang diterima lima perusahaan.
  6. Kategori asset & investment management ada lima penghargaan yang diterima lima perusahaan.

7.Kategori securities company ada lima penghargaan yang diterima lima perusahaan. (J03)

  • Bagikan