Ekonomi

Wacana Gaji Menteri Dipotong, Purbaya: “Sudah Kegedean”

Wacana Gaji Menteri Dipotong, Purbaya: “Sudah Kegedean”
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Rencana efisiensi anggaran besar-besaran yang tengah disiapkan pemerintah mulai menyasar berbagai pos belanja, termasuk gaji pejabat negara. Wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri pun mengemuka sebagai bagian dari langkah penghematan tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia bahkan menilai besaran gaji pejabat saat ini sudah terlalu tinggi.

“Setuju, itu kan bagus. Gajinya sudah kegedean. Kalau itu (pemotongan gaji) bagus,” tegasnya, dilansir dari okezone.com, Jumat (20/3/2026).

Selain gaji pejabat, pemerintah juga tengah mengkaji pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga (K/L). Namun, upaya ini diakui tidak mudah. Purbaya mengungkapkan bahwa dorongan agar K/L melakukan efisiensi secara mandiri kerap tidak berjalan sesuai harapan.

“Mungkin, karena ada putusan efisiensi yang sudah kami rapatkan sebelumnya dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi,” katanya.

Ia menyoroti kecenderungan sejumlah kementerian yang justru menaikkan usulan anggaran saat diminta melakukan penghematan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan langkah lebih tegas, yakni menentukan langsung besaran pemotongan anggaran.

“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh tidak mau memotong, mereka menaikkan semua malah. Kalau bisa saya putuskan saya potong berapa, mereka yang sesuaikan. Nanti kami akan kasih tahu ke mereka,” ujarnya.

Adapun fokus efisiensi akan diarahkan pada belanja yang dinilai tidak mendesak serta memiliki dampak minim terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pos-pos seperti kegiatan rapat hingga program dengan efek lambat menjadi sasaran utama.

“Nanti kan tadinya kami minta mereka memotong anggaran-anggaran yang dianggap bisa ditunda untuk sementara. Macam-macam. Rapat tidak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih,” tambah Purbaya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat disiplin fiskal sekaligus memastikan anggaran negara digunakan lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (okz)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE