MEDAN (Waspada.id): SMK Negeri 10 Medan memasuki babak baru kepemimpinan setelah Rafiah, S.Pd., M.Si., resmi menjabat sebagai kepala sekolah. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan serah terima jabatan (sertijab) dari Herawati, yang berlangsung di Aula SMKN 1 Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (26/1/2026).
Acara sertijab disaksikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumatera Utara, Davit Elton Nainggolan., serta dihadiri kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Wilayah I (Medan dan Deli Serdang), jajaran wakil kepala sekolah, guru, dan undangan lainnya.
Sertijab ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepala sekolah oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kepada 248 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Senin (19/1/2026).
Dalam arahannya, Davit Elton Nainggolan, menyamyampaikan pesan Gubernur Sumatera Utara yang menekankan pentingnya integritas kepala sekolah, terutama dalam tata kelola keuangan. Kepala sekolah diingatkan untuk memahami manajemen keuangan secara menyeluruh agar tidak terjadi pungutan liar dan tidak membebani peserta didik.
Selain aspek integritas, peningkatan mutu peserta didik juga menjadi perhatian. Kepala sekolah didorong untuk memperkuat capaian akademik, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing pada jalur pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.
Menanggapi amanah tersebut, Rafiah menegaskan komitmennya menjadikan SMKN 10 Medan sebagai sekolah vokasi yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan dunia industri.
“Pendidikan vokasi harus selaras dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri. Sekolah tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga karakter, etika kerja, dan kedisiplinan siswa,” ujar Rafiah, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 7 Medan.
Ia menambahkan, peran kepala sekolah tidak sebatas administrator, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang mendorong peningkatan mutu guru dan budaya belajar siswa. Ke depan, SMKN 10 Medan yang beralamat di Jalan Cik Ditiro No. 57 Medan akan diarahkan pada penguatan pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penguatan literasi digital.
Rafiah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna membuka peluang magang, sertifikasi kompetensi, hingga penyerapan lulusan di dunia kerja maupun wirausaha.
“Ini adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional dan transparan. Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat, kami optimistis SMKN 10 Medan mampu mencetak lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. Rel










