180 Pendatang Ilegal Rohingya Kembali Berlabuh Di Pidie, Kamp Minaraya Penuh

  • Bagikan
180 Pendatang Ilegal Rohingya Kembali Berlabuh Di Pidie, Kamp Minaraya Penuh

Aparat keamanan TNI/Polri sedang mendata dan membantu memberikan makanan terhadap pendatang gelap Rohingya yang baru mendarat tanpa izin di perairan Gampong Blang Raya,Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Minggu (10/12) pagi. Waspada/ Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Meski Kamp Minaraya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia telah penuh, namun gelombang pendatang haram Rohingya ke Aceh terus berdatangan bebas.

Terbaru, Minggu (10/12), sekira pukul 01:30 WIB dini hari, sebanyak 180 orang pendatang Ilegal etnis Rohingya, Myanmar dari Bangladesh, kembali berlabuh di pesisir pantai Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia.

Mereka terdiri dari laki-laki sebanyak 53 orang, perempuan 74 orang, anak laki-laki 26 orang, anak perempuan 27 orang dengan jumlah total 180 orang.

Dengan bertambahnya jumlah pendatang gelap Rohinya ke Pidie, tempat penampungan Kamp Minaraya, Kecamatan Padang Tiji, yang selama ini dimanfaatkan UNHCR dan IOM menampung pendatang Rohingya sudah over kapasitas, tercatat jumlah pendatang Rohingya di Minaraya sebanyak 477 orang.

Meski rombongan etnis Rohingya terus berdatangan dan mendarat di Pidie, belum ada reaksi dari masyarakat setempat. Baik menerima maupun menolak kedatangan mereka.

180 Pendatang Ilegal Rohingya Kembali Berlabuh Di Pidie, Kamp Minaraya Penuh
Inilah kapal kayu yang mengangkut Entis Rohingya, Myanmar dari kamp di Bangladesh, Minggu (10/12) Waspada/Muhammad Riza

Beberapa nelayan setempat, kepada Waspada mengatakan kedatangan rombongan warga Rohingya secara ilegal ke perairan Pidie itu sempat dihalau nelayan Pidie ke tengah laut.

Namun kapal kayu Rohingya itu berbalik kembali ke darat dan berlabuh di pesisir pantai Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie dan mereka jelas sengaja membocorkan lambung kapalnya sebagai alasan kapal mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan berlayar.

“Mereka terkesan melawan kami nelayan bang. Ngotot mereka mendarat. Kami kalah banyak bang, karena masih pagi” begitu cerita beberapa nelayan kepada Waspada.

Warga mengaku kecewa dengan pemerintah yang memperlakukan etnis Rohinya layaknya pengungsi. Padahal sudah jelas, sesuai Undang-Undang Keimigrasian, kedatangan mereka adalah ilegal karena tidak menggunakan dokumen perjalanan yang sah dan tidak masuk melalui tempat pemeriksaan imigrasi.

Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali, dikonfirmasi Waspada membenarkan sebanyak 180 pendatang Rohingya mendarat kembali di Gampong Blang Raya. “Benar bang, tadi pagi sekira 180 orang pendatang Rohingya mendarat lagi di tempat kita”, katanya.

Berdasarkan keterangan warga kepada polisi, sebelum mendarat kapal kayu yang mengangkut rombongan pendatang Rohingya tersebut terpantau mendekat bibir pantai Blang Raya Kecamatan Muara Tiga, setelah di tunggu beberapa saat oleh warga setempat, lalu kapal tersebut mematikan lampu kapalnya, guna mengalihkan pandangan masyarakat.

Kemudian kapal Warga Negara Asing (WNA) etnis Rohingya tersebut terpantau warga berlabuh di pesisir pantai di Gampong Tuha Biheu Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie

Selanjutnya sekira pukul 01.45 WIB, kapal tersebut terpantau mendarat di pesisir pantai GampongBlang Raya Kecamatan. Muara Tiga. Lalu para pendatang WNA Rohingya tersebut berjalan kaki sejauh 2 Km menuju pesisir pantai Gampong Blang Raya.

AKBP Imam Asfali juga mengungkapkan, kapal kayu yang digunakan WNA etnis Rohinya tersebut adalah kapal yang dibeli dari hasil uang yang dikumpulkan dari para penumpang, yaitu warga Rohingya.

Ditengarai sebelum mendarat, kapal tersebut sudah menentukan titik kordinatnya, mengingat di pesisir pantai Gampong Blang Raya sebelumnya pernah mendarat satu kapal yang mengangkut WNA etnis Rohingya.

180 Pendatang Ilegal Rohingya Kembali Berlabuh Di Pidie, Kamp Minaraya Penuh

Jaga Kamtibmas

Menyusul hadirnya kembali pendatang Rohingya yang mendarat di Aceh, khususnya di perairan Kabupaten Pidie, AKBP Imam Asfali mengimbau dan mengajak masyarakat di wilayah hukumnya tersebut untuk selalu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.

“Kita harus bergandengan tangan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Pidie yang aman dan kondusif,” katanya.

Dia pun mengimbau masyarakatnya untuk tidak terpengaruh dengan isu dan informasi yang dapat mengacam kondisi, situasi keamanan ke arah yang tidak baik.

Terkait dengan kedatangan rombongan warga etnik Rohingya, dalam penanganannya, pihaknya merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri.

Namun untuk sementara, rombongan Rohingya yang baru datang belum dapat ditempatkan di Kamp Minaraya karena daya tampungnya sudah over kapasitas. Saat ini jumlah warga Rohingya di Kamp Minaraya berjumlah 477 orang.(b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *