Ibu Dan Anak Tewas Tertimbun Tanah Longsor Saat Berteduh Di Gubuk

  • Bagikan
Ibu Dan Anak Tewas Tertimbun Tanah Longsor Saat Berteduh Di Gubuk
Warga sedang mencari dua korban tewas tanah longsor di daerah persawahan Talun, Desa Siabalabal III, Kecamatan Sipahutar, Kamis (7/12). Waspada/Ist

TAPUT (Waspada) : Dua orang warga Desa Siabalabal III, Kecamatan Sipahutar tertimbun tanah longsor, Kamis (7/12) sekitar pukul 13:40 WIB.

Dua orang yang tewas merupakan ibu dan anak. Mereka tewas setelah tertimbun tanah longsor saat berteduh karena hujan di sebuah gubuk terletak di kaki bukit dekat sawah.

Kedua orang korban, Listiani Purba, 35, dan putrinya Mitra Uli Tambunan, 3, warga Dusun Tambunan, Desa Siabalabal III, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara sudah berhasil dievakusi personel Polres Taput bersama warga setempat.

Kapolres Taput, AKBP Johanson Sianturi, melalui Kasi Humas Ipda Barensius Gultom menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat kedua korban berteduh karena hujan di sebuah gubuk di bawah kaki bukit di daerah persawahan Talun Desa Siabalabal III, Kecamatan Sipahutar.

Ibu Dan Anak Tewas Tertimbun Tanah Longsor Saat Berteduh Di Gubuk
Warga sedang evakuasi korban dengan cara di tandu dari lokasi kejadian, Kamis (7/12). Waspada/Ist

Gultom mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari dua saksi yang melihat kejadian, yaitu Mediaman Tampubolon dan Eben Ezer Tambunan menjelaskan peristiwa itu berawal saat korban berteduh karena hujan di sebuah gubuk tepat di bawah bukit dekat sawah.

“Sedangkan kedua saksi sedang menanam padi bersama sama sambil menahan hujan,” ujar Gultom, Kamis (7/12) malam.

Hampir setengah jam korban berteduh, kata Gultom menirukan keterangan saksi, tiba-tiba ada longsoran tanah dari atas bukit ke arah gubuk korban berteduh, namun masih sedikit.

Saksi pun mengingatkan agar kedua korban agar jangan berteduh di pondoknya karena ada longsoran tanah dari atas bukit. “Namun saat diingatkan, korban tidak mengindahkan dan tetap berteduh di pondoknya,” jelas Gultom.

Namun tak berselang berapa lama, longsoran tanah yang lebih besar pun tiba-tiba datang dan langsung menimbun gubuk tempat berteduh kedua korban.

“Kedua saksi pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bersorak sorak minta tolong ke kampung agar bisa membantu menyelamatkan korban,” kata Gultom.

Melihat kejadian itu, kedua saksi melaporkannya kepada warga sekitar untuk membantu evakuasi, namun nyawa kedua korban tidak bisa di selamatkan karena saat berhasil dievakuasi ersama personel kepolisian, kedua korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Saat ini kedua korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di kediamannya,” tutup Barencus Gultom.(chp)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *