TEBINGTINGGI (Waspada.id): Sebuah mobil Toyota Avanza plat polisi BK 1657 ABP ditabrak kereta api penumpang jurusan Rantau Prapat-Medan.

Akibatnya tujuh korban tewas dan satu kritis, dua diantaranya anak-anak. Peristiwa tabrakan terjadi, sekira pukul 18.30 WIB, Rabu (21/1) Maghrib, di perlintasan Jalan Sofyan Zakaria, Link. 01, perbatasan Kel. Tebingtinggi dan Bagelen, Kec. Padang Hilir.

Keterangan diperoleh di tempat kejadian perkara, menyebutkan mobil pribadi itu melintas dari arah Kel. Tebingtinggi menuju Kel. Bagelen, sopir yang mendekati lintasan terlihat sedang menggunakan handphone, meski kereta api penumpang dari arah Rantau Parapat melintas dengan kecepatan tinggi.
“Ada dua orang yang melambaikan tangan ke arah sopir yang sedang main HP, tapi tak digubris,” ujar Iman, 35, warga yang tinggal di tepi lintasan kereta api.

Persis mobil berada di tengah lintasan, terang Iman, kepala kereta api langsung menghantam mobil dan menyeret mobil berwarna hitam itu sekira 150 meter ke depan. Penumpang di dalam mobil terdengar menjerit hingga mobil keluar dari sepur dalam kondisi terlentang.

Sekira pukul 19.00 petugas kepolisian dari Polres Tebingtinggi terlihat turun ke lapangan dan mengevakuasi korban. Evakuasi berlangsung dramatis di tengah kerumunan ratusan warga yang melihat korban yang ditumpuk di areal kebun karet sebelum evakuasi berlangsung.

Identitas semua korban belum diketahui hingga berita ini dikirimkan ke redaksi. (Lik)
Maaf pada tayangan pertama tertulis Innova seharusnya Avanza. Demikian kami perbaiki. Red










