Headlines

Konflik di Timur Tengah, Jamaah Umrah Terancam Tak Bisa Pulang akibat Pembatalan Penerbangan

Konflik di Timur Tengah, Jamaah Umrah Terancam Tak Bisa Pulang akibat Pembatalan Penerbangan
Kecil Besar
14px

JEDDAH (Waspada.id): Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap kepulangan jamaah umrah, termasuk jamaah asal Indonesia. Sejak Jumat (28/2/2026), sejumlah penerbangan dari Jeddah menuju Indonesia dilaporkan mengalami pembatalan, baik di Bandara Haji dan Umrah maupun Terminal 1 Bandara Internasional Jeddah.

Pembatalan tersebut menyebabkan kepanikan dan keresahan di kalangan jamaah, lantaran mereka tidak dapat kembali ke daerah tujuan sesuai jadwal. Sejumlah jamaah bahkan terpaksa mencari alternatif penerbangan dengan biaya sendiri.

Penanggung Jawab Waspada.id, Dr. H. Dedi Sahputra, S.Sos., MA, yang saat ini sudah berada di Kairo, menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan terutama terjadi pada rute menuju Indonesia yang transit di wilayah Timur Tengah yang dinilai rawan konflik.

“Sejak hari pertama, 28 Februari, Bandara Jeddah dipenuhi penerbangan yang di-cancel. Yang dibatalkan itu terutama penerbangan ke Indonesia yang transit di wilayah seperti Doha, Abu Dhabi, Amman, Dubai,” ujar Dedi, Senin (2/3/2026).

Ia menyebutkan, jamaah umrah asal Indonesia, salah satunya dari Pontianak, hanya menerima pengembalian dana (refund) sebagian dari maskapai. Akibatnya, jamaah harus membeli tiket baru secara mandiri, seperti melalui rute Jeddah-Kuala Lumpur, sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Sementara itu, penerbangan langsung dari Jeddah menuju kota-kota seperti Medan, Jakarta, atau Kuala Lumpur dilaporkan tidak mengalami pembatalan. Pembatalan hanya diberlakukan untuk rute transit melalui wilayah Timur Tengah yang terdampak konflik.

“Maskapai mulai memberikan notifikasi kepada penumpang terkait jadwal penerbangan lanjutan. Namun untuk yang transit di wilayah konflik, status penerbangan masih menunggu kepastian,” katanya.

Dedi menuturkan, dirinya saat ini menempuh rute Jeddah-Kairo tanpa kendala, karena Mesir tidak termasuk wilayah konflik. Namun, penerbangan lanjutan dari Kairo yang direncanakan transit di Doha berpotensi besar dibatalkan.

“Kami menggunakan Qatar Airways. Jadwal Kairo-Doha-Kuala Lumpur-Medan kemungkinan besar di cancel karena transit di Doha. Notifikasi baru akan kami terima tanggal 6 Maret untuk penerbangan tanggal 9 Maret nantinya,” terang Dedi.

Menurut keterangan pihak maskapai, pembatalan penerbangan akan disertai pengembalian dana penuh. Namun hingga kini, jamaah masih menunggu kepastian realisasi refund tersebut.

“Kami masih menunggu apakah refund benar-benar penuh. Kalau sudah, barulah bisa membeli tiket alternatif, minimal dari Kairo ke Kuala Lumpur, lalu lanjut ke Medan,” tambahnya.

Ia menilai, kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini belum memungkinkan untuk kembali menggunakan jalur transit di wilayah tersebut, mengingat sejumlah bandara dilaporkan ditutup akibat serangan dan eskalasi konflik yang melibatkan negara-negara dengan pangkalan militer asing. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE