Scroll Untuk Membaca

Headlines

Kurir 135 Kg Ganja Divonis Seumur Hidup

Kurir 135 Kg Ganja Divonis Seumur Hidup
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada): Terdakwa Putra, warga Dusun Panglima Cik, Desa Tualang, Kec Lokop Serbajadi, Kab Aceh Timur, divonis penjara seumur hidup dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/9) sore.

Ia dinilai terbukti bersalah, karena terlibat peredaran ganja seberat 135 kg. Vonis terhadap Putra dibacakan oleh majelis hakim diketuai Pinta Uli Tarigan. “Mengadili, menghukum terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,”kata Hakim Uli Tarigan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kurir 135 Kg Ganja Divonis Seumur Hidup

IKLAN

Hakim dalam amarnya menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terdakwa, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, dan menyerahkan narkotika golongan I jenis ganja seberat 135 kg.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika dan terdakwa pernah dihukum dalam perkara narkotika.

“Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” pungkas majelis hakim.

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan yang menuntut terdakwa dengan pidana mati. Menanggapi vonis majelis hakim, baik JPU maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir apakah terima atau mengajukan banding.

Dalam kasus ini, Putra diadili bersama dua temannya masing-masing (berkas terpisah) yakni Sabar Hasibuan alias Sabar dan seorang mahasiswa Dodi Andreanto Sidabalok.

Sabar berperan menemani Putra mengantarkan ganja dari Aceh ke Medan dan Dodi sebagai penerima ganja tersebut di Medan. Sementara itu JPU dalam surat dakwaannya menguraikan, perkara ini bermula pada Mei 2023 lalu.

Saat itu Putra dan Sabar yang bekerja di sebuah gudang di daerah Takengon dihubungi oleh Ipul. Putra ditawarkan pekerjaan membawa ganja dari Blangkejeren, Aceh menuju Medan dengan ongkos sebesar Rp250 ribu per kg.

Dengan komitmen, dibayar separuh dan sisanya dibayarkan sekitar 10 hari setelah barang diterima oleh pembeli. Putra pun mengajak Sabar.

Selanjutnya Ipul mentransfer Rp2 juta kemudian merental mobil Rp500 ribu dan memuat ganja ke dalam mobil. Putra lalu menjemput Sabar dan mereka berangkat ke Medan.

Saat tiba di daerah Tanjungpura, Ipul mengirimkan nomor handphone penerima ganja bernama Dodi (berkas terpisah). Benar saja, tak lama kemudian terdakwa Dodi meneleponnya berpesan agar memberitahunya bila sudah sampai di Medan.

Namun saat masih berada di kawasan Stabat, Langkat petugas kepolisian dari Polda Sumut menangkap Putra dan Sabar. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan polisi kembali menangkap Dodi di Jl Harmonika Baru, Medan Selayang. (m32)

Waspada/Rama Andriawan
Suasana persidangan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/9).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE