HiburanNusantara

Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga Apresiasi Film Keluarga Antara Mama, Cinta, Dan Surga

Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga Apresiasi Film Keluarga Antara Mama, Cinta, Dan Surga
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga usai menghadiri pemutaran film Antara Mama, Cinta, dan Surga di Jakarta Timur, pada 7 Februari 2026. (Ist)
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengapresiasi kehadiran film Keluarga  “Antara Mama, Cinta, dan Surga’.

Apa lagi film drama keluarga yang saat ini  masih tayang di bioskop – bioskop  di Indonesia, mengangkat konflik emosional yang dekat dengan kehidupan masyarakat, dilema antara impian pribadi, restu seorang ibu, cinta, serta panggilan iman dalam perjalanan hidup seseorang.

Alur film ini, juga secara tidak langsung mempromosikan Danau Toba, sebagai destinasi wisata nasional dan internasional, paling tidak akan menggugah emosinal para diaspora, baik kultural maupun kebatinan.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II ini mengatakan film-film dengan muatan nilai keluarga dan spiritualitas seperti ini penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Kerja (Panja) Perfilman Komisi VII DPR RI inj, karya sinema yang kuat dari sisi cerita,  sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya,  memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik luas.

“Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium pendidikan budaya dan moral. Kita membutuhkan lebih banyak karya film yang mampu menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang menyentuh dan relevan bagi masyarakat,” kata Lamhot Sinaga dalam rellisnya yang  diterima waspada.id di Jakarta, Sabtu (7/3/2026)..

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini  menilai,  industri perfilman nasional saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu  dukungan kebijakan yang tepat,dapat memperkuat ekosistem kreatif dari hulu hingga hilir.

Komisi VII DPR RI,  tegas Lamhot, memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri kreatif, termasuk perfilman.

Hal ini juga berkaitan dengan kemitraan kerja DPR dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang bertugas memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Sarana Promosi Pariwisata

Lamhot menjelaskan , film yang mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam nusantara, memiliki nilai lebih bagi Indonesia.

Selain memperkuat identitas budaya, film juga dapat menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif.

Menurut dia, banyak contoh di berbagai negara dimana sebuah film mampu mendorong lonjakan kunjungan wisata ke lokasi yang menjadi latar cerita. Hal serupa diyakini bisa terjadi di Indonesia apabila sineas semakin banyak mengangkat potensi lokal dalam karya mereka.
“Ketika film menampilkan lanskap alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal secara menarik, itu bisa memicu rasa ingin tahu publik untuk datang langsung ke daerah tersebut,” tukasnya.

Dampak ekonomi dari fenomena tersebut, lanjut Lamhot, tidak berhenti pada sektor pariwisata semata.

Kehadiran wisatawan,  juga akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga layanan wisata lokal berpotensi ikut tumbuh.

Dalam jangka panjang, efek berganda dari industri film ini dinilai mampu memperkuat ekonomi daerah.

Lamhot menambahkan,  dukungan terhadap perfilman nasional harus dilakukan secara komprehensif. Selain kebijakan pemerintah, diperlukan pula kolaborasi antara sineas, pelaku industri, investor, serta masyarakat sebagai penonton.

Ia menilai peningkatan kualitas produksi film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir patut diapresiasi.

Banyak sineas muda mulai berani mengeksplorasi tema-tema sosial, budaya, hingga spiritualitas dengan pendekatan sinematik yang lebih matang.


Film Antara Mama, Cinta, dan Surga sendiri dipandang Lamhot sebagai salah satu contoh karya yang menempatkan nilai keluarga sebagai inti cerita.

Tema tersebut dinilai dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi hubungan keluarga dan penghormatan kepada orang tua.

Bagian Ekonomi Kreatif


Lamhot berharap film-film dengan pendekatan cerita yang kuat seperti ini dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan publik.

Menurut dia, keberhasilan film nasional pada akhirnya juga ditentukan oleh antusiasme masyarakat untuk menontonnya di bioskop.

“Industri film adalah bagian penting dari ekonomi kreatif kita. Jika didukung bersama, bukan hanya sineas yang berkembang, tetapi juga ekonomi daerah dan identitas budaya Indonesia ikut terangkat,” kata Lamhot.

Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin bangga terhadap karya-karya film nasional dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif Indonesia.

Untuk diketahui, pada pemutaran film ‘Antara Mama, Cinta, dan Surga “, di Arion XXI Mall, Rawamangun, Jakarta Timur,  7 Februari 2026., Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga bersama keluarga besarnya  datang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan industri perfilman nasional.

Film drama keluarga ini sendiri tayang perdana, serentak di bioskop Indonesia pada 19 Februari 2026. (id10)

Film Keluarga Antara Mama, Cinta ,Dan Surga (ist)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE