Internasional

Greenland Bersikeras Tolak Trump Ambil Alih Wilayahnya

Greenland Bersikeras Tolak Trump Ambil Alih Wilayahnya
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah Greenland bersikeras menolak pengambilalihan wilayah otonomi Denmark tersebut oleh Amerika Serikat dalam kondisi apapun.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan minatnya menguasai pulau Arktik yang kaya mineral itu.

Melansir situs The Guardian, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut organisasi itu tengah mencari cara untuk memperkuat keamanan Arktik.

Di awal pekan yang krusial bagi Greenland, Trump menegaskan kembali ketertarikannya pada wilayah strategis itu. Ia menambahkan AS akan mengambil Greenland “dengan cara apa pun”.

Presiden AS mengejutkan Uni Eropa dan NATO dengan menolak menyingkirkan opsi militer untuk merebut Greenland, yang dilindungi NATO karena Denmark adalah anggota keduanya.

Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, dan rekan Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dijadwalkan bertemu Menlu AS, Marco Rubio, di Washington pada Rabu (14/1).

Denmark menekankan bahwa perjanjian 1951 sudah memungkinkan AS memperluas kehadiran militernya di wilayah tersebut.

Mereka berulang kali menyatakan Greenland tidak untuk diperjualbelikan, sambil berharap solusi diplomatik dapat dicapai.

Pernyataan itu menambahkan bahwa koalisi pemerintahan Greenland “meyakini Greenland akan selamanya menjadi bagian aliansi pertahanan Barat.”

Greenland akan meningkatkan upaya pertahanan “dalam kerangka NATO” serta kepentingan bersama negara anggota untuk pertahanan pulau tersebut.”

Trump mengatakan AS perlu menguasai Greenland untuk meningkatkan keamanan Arktik menghadapi potensi ancaman dari China dan Rusia.

Rutte menyatakan pada Senin bahwa NATO “sedang bekerja menentukan langkah-langkah berikut untuk melindungi secara kolektif apa yang dipertaruhkan.”

“Semua sekutu sepakat mengenai pentingnya Arktik dan keamanan di sana, karena dengan dibukanya jalur laut, ada risiko Rusia dan China akan lebih aktif,” ujar Rutte dalam kunjungan ke Kroasia.

NATO dan Denmark tengah mengambil langkah memperkuat pertahanan Arktik, termasuk percepatan investasi Denmark di sektor pertahanan

Menanggapi pertanyaan setelah bertemu Rubio, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menurunkan kemungkinan AS mengambil Greenland.

“Saya tidak melihat indikasi bahwa ini dipertimbangkan secara serius,” ujarnya.

“Yang ada adalah kepentingan bersama untuk menangani masalah keamanan di Arktik, dan kita harus serta akan melakukannya,” tambah dia.

Komisioner Pertahanan Uni Eropa, Andrius Kubilius, menekankan bantuan kepada Denmark jika terjadi agresi, sementara senator AS menolak pengambilalihan Greenland.

Sejumlah senator AS dijadwalkan mengunjungi Kopenhagen untuk bertemu politikus Komite Greenland di parlemen Denmark.

Ketua komite, Aaja Chemnitz, menilai pertemuan itu “berita baik” karena penting untuk memanfaatkan semua jalur diplomatik yang tersedia.

Mantan Wakil Kanselir Jerman, Robert Habeck, menyarankan agar Greenland ditawarkan keanggotaan UE untuk menangkis minat AS.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE