JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan total ada empat WNI yang menjadi korban kapal tugboat Musaffah 2 yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz.
Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengungkap kondisi keempat WNI berprofesi Anak Buah Kapal (ABK) tersebut.
“Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige,” kata Jubir I Kemlu Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Minggu (8/3).
Yvonne menyampaikan satu WNI ABK mengalami luka bakar dan sedang dirawat di rumah sakit di Khasab, Oman.
“Status para WNI yaitu 1 WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit kota Khasab, Oman dan 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi,” ujar dia.
Yvonne melanjutkan, tiga WNI ABK di Musaffah 2 masih hilang dan diupayakan pencarian oleh otoritas setempat.
Kata dia, KBRI di Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman masih terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
“Saat ini perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia,” ujarnya.
Kemlu RI, lanjut Yvonne, mendorong penyidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Saat ini, otoritas di UEA dan Oman disebut masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan kapal tersebut.
Kemlu RI mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah, termasuk WNI yang bekerja di kapal agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
“Dan segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari perwakilan RI. Dan dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI terkait,” kata dia.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan insiden terbakar dan tenggelamnya kapal Musaffah 2 terjadi pada Kamis (6/3). Kapal ini tenggelam di antara perairan UEA dan Oman pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
“Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini,” kata Heni seperti dikutip dari Detik.(cnni)












