InternasionalNusantara

Perang AS-Israel Dan Iran, Lamhot Sinaga Soroti Dampak Terhadap Industri Pariwisata

Perang AS-Israel Dan Iran, Lamhot Sinaga Soroti Dampak Terhadap Industri Pariwisata
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga . (ist)
Kecil Besar
14px

JAKATA (Waspada.id): Terkait perkembangan konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang telah memicu gejolak di pasar global, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai situasi tersebut mulai berdampak pada perekonomian Indonesia, terutama sektor pariwisata yang menjadi salah satu kontributor penting terhadap devisa negara.

Lamhot menggarisbawahi bahwa salah satu efek konflik yang sudah mulai terasa adalah gangguan pada jaringan penerbangan internasional. Penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah telah mengakibatkan pembatalan sejumlah rute penerbangan, termasuk yang menuju dan dari Indonesia.

Data Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat setidaknya 15 penerbangan internasional dibatalkan dalam dua hari terakhir akibat penyesuaian rute untuk menghindari zona konflik.

“Kondisi ini penting dicermati karena pariwisata Indonesia sangat bergantung pada konektivitas internasional. Pembatalan penerbangan dan perubahan jadwal operasional dapat mengurangi arus wisatawan mancanegara (wisman), yang selama ini menjadi penopang penting devisa pariwisata nasional,” ujar Lamhot Sinaga, ketika diminta waspada tanggapannya terkait perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel yang masih terus berlangsung.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II ini pun menjelaskan secara rinci bagaimana situasi tersebut mulai berdampak pada perekonomian Indonesia, terutama sektor pariwisata yang menjadi salah satu kontributor penting terhadap devisa negara.

Konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026 ini, sebut Lamhot, tidak hanya menjadi isu geopolitik, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor ekonomi global, termasuk energi, logistik, dan pariwisata.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, bahwa meskipun hubungan perdagangan Indonesia dengan Iran relatif terbatas, eskalasi konflik tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung melalui gangguan rute transportasi dan kenaikan biaya energi.

Berdasarkan data terbaru BPS dan Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara Indonesia menunjukkan tren pemulihan pada 2025 dan awal 2026, dengan porsi terbesar berasal dari pasar Asia serta konektivitas melalui hubungan internasional di Timur Tengah. Meskipun nilai perdagangan langsung Indonesia dengan Iran terbilang kecil (sekitar USD 18,5 juta pada Januari 2026), risiko berkurangnya rute transit bagi wisman Indonesia tetap menjadi perhatian.

“Sekalipun hubungan ekonomi langsung dengan negara konflik kecil, dampak tidak langsung melalui sektor penerbangan dan perilaku wisatawan global bisa signifikan. Wisatawan cenderung menunda atau membatalkan perjalanan bila persepsi risiko meningkat akibat konflik bersenjata,” tandas Lamhot Sinaga.

Sejalan dengan pernyataan BPS bahwa dampak keseluruhan konflik terhadap ekonomi Indonesia masih memerlukan kajian lanjutan, Lamhot menegaskan, ketidakpastian global cenderung berdampak melalui kanal energi dan biaya logistik terlebih dahulu, yang pada gilirannya memengaruhi biaya operasional sektor pariwisata, termasuk harga tiket, penginapan, dan paket wisata.

“Kita harus menyikapi dengan matang. Industri pariwisata kita tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung erat dengan kondisi global. Kenaikan harga energi, gangguan logistik, dan pembatasan perjalanan internasional berpotensi menekan angka kunjungan wisman. Sektor pariwisata adalah tumpuan bagi ekonomi kreatif dan lapangan pekerjaan. Kita harus meminimalkan dampak negatif, memperkuat daya saing, dan menjaga agar Indonesia tetap menjadi destinasi unggulan di Asia Tenggara,” pungkas Lamhot.

Situasi geopolitik seperti konflik Iran–Israel memang terjadi di luar wilayah nasional, namun dampaknya tidak bisa dipandang sepele. Melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan, diharapkan sektor pariwisata Indonesia mampu bertahan dan beradaptasi dengan dinamika global yang terus berubah. (id10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE