Internasional

Perang Timur Tengah Meluas

Perang Timur Tengah Meluas
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Ledakan keras terjadi di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu (28/2) di tengah serangan balasan Iran ke Israel.

Koresponden AFP di Riyadh mengatakan mendengar ledakan keras, usai Qatar dan pangkalan AS di Bahrain jadi target serangan balasan Iran.

Dua koresponden di Riyadh mengatakan mendengar suara dentuman keras dan beberapa ledakan.

Meski demikian hingga kini belum diketahui penyebab dan lokasi ledakan di Arab Saudi.

Sebelumnya sebagai serangan balasan atas aksi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel, Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, hingga Bahrain.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, seperti dikutip dari CNN, IRGC mengonfirmasi rentetan serangan rudal tersebut menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain.

Dengan keterlibatan langsung pangkalan di Qatar, Kuwait, dan UEA, konflik yang dipicu “operasi besar-besaran” Presiden AS Donald Trump kini resmi berubah menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara.

Situasi tersebut juga telah membuat Qatar, Kuwait, dan UEA menutup wilayah udara mereka bagi penerbangan sipil karena wilayah tersebut kini menjadi zona pertempuran aktif antara rudal Iran dan sistem pertahanan udara AS.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE