Internasional

Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas CIA di Riyadh

Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas CIA di Riyadh
Para pekerja mengevakuasi kilang, yang terletak di selatan kota pelabuhan Jubail, Arab Saudi setelah dilaporkan adanya serangan pesawat tak berawak pada Senin (2/3/2026).tangkapan layar social media via reuters
Kecil Besar
14px

RIYADH, Arab Saudi (Waspada.id): Serangan pesawat tak berawak Iran berhasil menghancurkan Markas Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) yang berada di Riyadh, Arab Saudi.

Washington Post mengabarkan, serangan tersebut bagian dari rangkaian balasan Iran atas serangan yang berasal dari pangkalan militer di Arab Saudi. Iran menggunakan drone-drone penyerbu membombardir kompleks Kedutaan AS di Riyadh, pada Senin (2/3/2026).

“Serangan pesawat tak berawak Iran yang menghantam Stasiun CIA di Kedutaan AS di Arab Saudi, akan menjadi kemenangan simbolis bagi Republik Islam (Iran) saat mereka menyerang target dan personel AS di seluruh Timur Tengah (Timteng),” begitu laporan Washington Post, Rabu (4/4/2026) dini hari.

Washington Post menyampaikan, pemerintah AS, dan Arab Saudi mengonfirmasi tentang dua pesawat nirawak yang menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Akan tetapi, kata Washington Post dalam penyampaian resmi oleh AS, pun otoritas pemerintahan di Arab Saudi tak menyebutkan Markas CIA berada dalam Kompleks Kedutaan Besar AS itu turut hancur dalam serangan itu.

Washington Post juga melaporkan, penyampaian internal dari Departemen Luar Negeri AS yang memastikan serangan Iran ke Gedung Kedutaan AS di Riyadh telah menghancurkan bagian atap bangunan, yang membuat runtuhnya gedung tersebut.

Militer Iran melakukan penyerangan balasan ke wilayah Arab Saudi sebagai respons dan balasan atas serangan terbuka yang dilakukan AS bersama penjajah Zionis Israel sejak Sabtu (28/2/2026).

Agresi AS-Zionis itu memicu perang terbuka yang membuat Iran melakukan perlawanan dengan membalas serangan menggunakan misil dan drone serbu ke wilayah pendudukan penjajah Israel di Bumi Palestina. Perlawanan balasan Iran itu juga menyasar ke negara-negara Teluk Arab yang dijadikan basis pangkalan militer AS untuk menyerang Iran.

Sejak Senin (2/3/2026) perlawanan balasan Iran, menyasar ke Uni Emirate Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, juga Yordania, sampai ke Arab Saudi. Kemarin perlawanan balasan Iran, juga menargetkan aset-aset AS yang berada di Arab Saudi dan menyasar ke kompleks eksplorasi minyak bersama Aramco.(rep)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE