MOSKOW (Waspada.id): Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Menurutnya, serangan yang menyebabkan Khamenei terbunuh telah melanggar semua moralitas manusia dan hukum internasional.
“Terimalah belasungkawa terdalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” kata Putin dalam telegram yang ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Ahad (1/3/2026).
“Saya meminta Anda untuk menyampaikan simpati dan dukungan tulus saya kepada keluarga dan teman-teman Pemimpin Tertinggi, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran,” tambah Putin.
Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa Khamenei gugur di kantornya saat tengah mengemban tugasnya.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut terbunuh dalam serangan udara gabungan AS-Israel. Menyusul kematian Khamenei, Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengumumkan bahwa dewan kepemimpinan akan mengambil alih tugas pemimpin tertinggi hingga pengganti almarhum Ayatollah Ali Khamenei terpilih.(red)
Sumber republika.co.id












