MEDAN (Waspada.id): Angkatan darat Israel mengatakan sirene dibunyikan “beberapa saat yang lalu” di beberapa wilayah di seluruh negeri setelah identifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran. Rudal Iran juga mengguncang ibu kota Israel, Tel Aviv.
“Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika perlu untuk menghilangkan ancaman tersebut,” kata pernyataan militer di Telegram, dilansir Al Jazeera.
“Pertahanan tidak sepenuhnya tertutup, dan oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” tambahnya.
Kemudian, sebuah gedung berlantai sembilan telah dihantam di Israel utara setelah rudal Iran dicegat, menyebabkan seorang pria mengalami luka ringan setelah terkena pecahan peluru dari rudal pencegat.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Paramedis dan EMT MDA telah menyisir beberapa lokasi kejadian di mana laporan diterima, dan pada tahap ini sedang memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi ringan dengan luka akibat ledakan di Israel utara.”
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam “oleh serangan dahsyat rudal Iran”.
“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” katanya.
Semua aset AS di seluruh wilayah dianggap sebagai target yang sah bagi angkatan darat Iran, tambahnya.
Tentara Iran mengatakan akan memberikan “pelajaran bersejarah” kepada Israel dan Amerika Serikat setelah serangan terhadap kota-kota di Iran.
“Seperti yang telah kami nyatakan, pangkalan mana pun di wilayah ini yang membantu Israel akan menjadi target Republik Islam suci dan angkatan bersenjata kami, dan kami tidak akan ragu-ragu,” kata Juru Bicara Senior Angkatan Bersenjata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menurut media yang berafiliasi dengan negara Iran.
Sumber sindonews











