Keluarga

24 Ribu Buku Dibagikan, Teman Perjalanan bagi Anak-anak Pemudik

24 Ribu Buku Dibagikan, Teman Perjalanan bagi Anak-anak Pemudik
Program Mudik Asik Baca Buku digelar selama dua hari pada 16–17 Maret di sembilan titik transportasi publik, termasuk stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan. Tahun ini sebanyak 24 ribu buku bacaan dibagikan secara gratis kepada para pemudik, khususnya anak-anak.
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Suasana ruang tunggu Stasiun Pasar Senen siang itu tampak lebih ramai dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk para pemudik yang bersiap pulang ke kampung halaman, beberapa anak terlihat asyik membuka buku-buku berwarna cerah yang baru saja mereka terima.

Di antara mereka ada Fatima, seorang ibu yang tengah bersiap mudik ke Semarang bersama keluarganya. Ia mengaku senang ketika mengetahui adanya pembagian buku bacaan gratis untuk anak-anak melalui program Mudik Asik Baca Buku yang digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Senang sekali ada program seperti ini. Anak-anak jadi punya bacaan selama perjalanan. Biasanya kalau menunggu kereta mereka hanya bermain gawai,” kata Fatima, saat ditemui di stan Mudik Asik Baca Buku 2026 di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Fatima datang bersama putrinya, Lala, siswi kelas 2 sekolah dasar yang langsung terlihat antusias saat menerima buku bergambar. Ia tak sabar membuka halaman demi halaman buku barunya yang penuh ilustrasi warna-warni.

“Aku suka buku yang ada gambarnya. Ceritanya seru,” ujar Lala sambil menunjukkan buku yang baru diterimanya.

Fatima meyakini, buku itu akan menjadi teman perjalanan yang menyenangkan bagi anaknya selama mudik menuju Semarang. Ia bahkan berencana membacakan cerita tersebut untuk Lala sepanjang perjalanan di kereta nanti.

“Selama di kereta nanti saya bisa membacakan cerita untuk Lala. Jadi perjalanan mudik terasa lebih menyenangkan,” ujarnya.

Tak jauh dari lokasi pembagian buku, Supriyanto juga terlihat mengantre bersama dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka dengan sabar menunggu giliran untuk mendapatkan buku bacaan gratis dari Badan Bahasa Kemendikdasmen.

Supriyanto mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Kedua anaknya, kata dia, sangat gemar membaca, tetapi keterbatasan kondisi ekonomi membuatnya tidak selalu bisa membelikan buku bacaan baru.

“Anak-anak saya memang suka membaca. Tapi kalau beli buku sering kali harus dipikirkan dulu karena kebutuhan lain juga banyak. Jadi program seperti ini sangat membantu,” ujar Supriyanto.

Ia bahkan mengaku sudah mengenal program tersebut sejak tahun lalu. Karena itu, setiap kali mudik melalui Stasiun Pasar Senen, ia selalu menyempatkan diri mampir ke stan Mudik Asik Baca Buku.

“Tahun lalu juga sempat dapat buku di sini. Anak-anak senang sekali, makanya sekarang kalau mudik lewat Pasar Senen saya selalu mampir ke booth Badan Bahasa,” katanya.

Program Mudik Asik Baca Buku digelar selama dua hari pada 16–17 Maret di sembilan titik transportasi publik, termasuk stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan. Tahun ini sebanyak 24 ribu buku bacaan dibagikan secara gratis kepada para pemudik, khususnya anak-anak.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan kegiatan ini bertujuan menyediakan buku bacaan bermutu sekaligus menumbuhkan budaya membaca di ruang-ruang publik.

“Melalui program ini kami ingin menghadirkan buku sebagai teman perjalanan bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” ujarnya.

Selain pembagian buku, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi seperti pojok baca, membaca nyaring, hingga ulasan buku yang melibatkan komunitas literasi dan para duta bahasa.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE