Keluarga

Kemdikdasmen Apresiasi CFA Faber-Castell, Tujuh Anak Berangkat Study Tour ke Malaysia

Kemdikdasmen Apresiasi CFA Faber-Castell, Tujuh Anak Berangkat Study Tour ke Malaysia
Para pemenang nasional Creative Family Award (CFA)–Art Alive 2024–2025 dan pemenang UHU Craftivity Challenge 2024–2025 berfoto bersama usai pelepasan study tour ke Malaysia yang berlangsung di Gedung Kemdikdasmen, Jakarta, Selasa (20/1/2026)
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id):Raja H. Nasution, Quinsy Cherisa Winny, Hafiza Khaira Nuril Huda, Abigail Claire Salim dan Gricelle Novelyn mungkin tak pernah membayangkan bahwa coretan warna yang mereka buat bersama orang tua, kini mengantarkan mereka terbang ke Malaysia.

Kelima anak berbakat itu adalah pemenang nasional Creative Family Award (CFA)–Art Alive 2024–2025, ajang kreativitas keluarga yang digagas Faber-Castell Indonesia.

Bersama dua pemenang UHU Craftivity Challenge 2024–2025, mereka resmi dilepas untuk mengikuti program study tour ke Malaysia pada 21-25 Januari 2026, dalam acara yang digelar di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Suasana pelepasan berlangsung hangat. Anak-anak tampak antusias didampingi orang tua masing-masing, yang hadir dengan raut bangga menyaksikan capaian buah hati mereka.

Bagi para orang tua, kemenangan ini bukan sekadar prestasi, melainkan buah dari proses kebersamaan yang panjang. Orang tua Raja H. Nasution mengaku keikutsertaan dalam lomba awalnya hanya sebagai sarana mendampingi anak belajar.

“Awalnya kami ikut hanya untuk menemani anak belajar, tidak mengejar juara. Tapi ternyata proses kecil itu membawa hasil besar. Kami sangat bersyukur,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri Head of Marketing Faber-Castell International Indonesia Martin S. Tjukrono, Product Manager Faber-Castell International Indonesia Richard Panelewen serta Pejabat Fungsional Madya Direktorat Sekolah Dasar Kemdikdasmen Minhajul Ngabidin.

Head of Marketing Faber-Castell International Indonesia Martin S. Tjukrono mengatakan, program Creative Family Award merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan karakter melalui kreativitas.

“Kami percaya bahwa kreativitas adalah keterampilan penting abad ke-21. Melalui Creative Family Award, Faber-Castell ingin terus berkontribusi dalam membangun generasi yang kreatif, percaya diri, serta memperkuat peran keluarga dalam proses pendidikan anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Minhajul Ngabidin menyampaikan apresiasi kepada Faber-Castell Indonesia atas konsistensinya menyelenggarakan Creative Family Award.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Faber-Castell Indonesia. Kegiatan ini sangat mendukung pengembangan soft skill dan karakter peserta didik, sekaligus meningkatkan kelekatan antara orang tua dan anak,” ujarnya.

Creative Family Award–Art Alive sendiri merupakan ajang kreativitas yang menekankan kolaborasi anak dan orang tua melalui aktivitas seni seperti mewarnai dan berkarya. Kompetisi ini digelar di 28 kota di Indonesia dan diikuti sekitar 50 ribu peserta atau 25 ribu keluarga.

Richard Panelewen menjelaskan, CFA merupakan pengembangan dari program Family Art Competition yang telah berlangsung sejak 2010, kini dikemas lebih edukatif dan menyenangkan.

“Lewat CFA ini, kami ingin menegaskan bahwa kreativitas bisa dibangun melalui proses yang menyenangkan. Kompetisi ini menjadi ruang quality time antara orang tua dan anak,” ujarnya.

Kompetisi menyasar siswa SD kelas 1 hingga kelas 4 dan berlangsung sejak Agustus 2024 hingga Juni 2025, menjangkau wilayah luas mulai dari Sumatera hingga Indonesia Timur.

Selain wisata edukatif, para pemenang juga akan mengikuti kunjungan belajar ke pabrik Faber-Castell di Malaysia. Di sana, mereka akan dikenalkan pada proses produksi alat tulis sekaligus pemanfaatan teknologi melalui aplikasi ArtLife, yang memungkinkan karya gambar diubah menjadi visual tiga dimensi.

“Teknologi tidak harus menjauhkan anak dari seni. Justru bisa menjadi sarana baru untuk berkarya,” tambah Richard.

Tak hanya CFA, program UHU Craftivity Challenge juga mengajak anak-anak mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan lem UHU sebagai media berkarya, dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang selaras dengan kurikulum sekolah.

Dua pemenang UHU Craftivity Challenge yang turut mengikuti program study tour ke Malaysia adalah Ichiro Noor Alexi dari SDN Guntur Manggis, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Adiva Refiana dari RA Perwanda, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Bagi ketujuh anak ini, perjalanan ke Malaysia bukan sekadar hadiah, melainkan pengalaman belajar yang memperluas wawasan sekaligus memperkuat makna kreativitas sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak bersama keluarga.(id11)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE