Lainnya

Bertabur Prestasi, Ini Cara Kharisma Bangsa Membina Bakat Siswa Sejak Dini

Bertabur Prestasi, Ini Cara Kharisma Bangsa Membina Bakat Siswa Sejak Dini
Di ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026, Sekolah Kharisma Bangsa sukses meraih 20 medali dengan 45 finalis. Untuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), pada 2025, siswa dan siswi Kharisma Bangsa berhasil meraih 5 medali (1 emas, 2 perak, 1 perunggu dan 1 honorable mention). Tidak hanya bidang sains dan matematika, prestasi juga didulang dari bidang seni dan bahasa di ajang Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2026 dengan raihan 1 medali perunggu dan 2 honorable mention.
Kecil Besar
14px

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Di ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026, Sekolah Kharisma Bangsa sukses meraih 20 medali dengan 45 finalis. Untuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), pada 2025, siswa dan siswi Kharisma Bangsa berhasil meraih 5 medali (1 emas, 2 perak, 1 perunggu dan 1 honorable mention).

Tidak hanya bidang sains dan matematika, prestasi juga didulang dari bidang seni dan bahasa di ajang Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2026 dengan raihan 1 medali perunggu dan 2 honorable mention.

Diantara para siswa berprestasi itu, ada Hafidz Kholif Al Muntaqo dan Haki Kieral Archad Satria. Mereka  berhasil meraih medali emas kategori fisika dengan judul riset ‘Kendaraan Melaju, Energi Tumbuh: Inovasi Turbin Ganda Vertikal dengan Desain Bilah Efektif untuk Pemanfaatan Energi Angin Hembusan Kendaraan.

Lalu ada juga Wini Naura Inasih dan Queena Belva Ayra Maulana. Keduanya meraih emas dengan judul penelitian bidang biologi yang unik yakni ‘SUTRADI: Potensi Suplemen Serbuk Tempe Biji Trembesi (Samanea
saman (Jacq.) Merr) sebagai Agen
Antihiperglikemik pada Mencit Putih (Mus musculus) yang diinduksi Diabetes’.

Deretan prestasi akademik dan nonakademik yang diraih siswa Sekolah Kharisma Bangsa bukan datang secara instan. Sekolah ini menerapkan sistem pembinaan berjenjang sejak proses seleksi masuk dengan memetakan minat dan bakat siswa, lalu mengarahkan mereka pada bidang yang paling potensial untuk dikembangkan.

Di ajang OSN, ada siswa jagoan astronomi peraih emas bernama Muhammad Zhafif. Siswa kelas 11 SMA Kharisma Bangsa ini mengaku siap meneruskan riset terkait astronomi dengan  cita-citanya sebagai dosen.

Sekolah Kharisma Bangsa membangun sistem pembinaan siswa berprestasi secara terstruktur sejak proses penerimaan siswa baru. Melalui serangkaian tes dan wawancara, sekolah memetakan potensi setiap siswa untuk diarahkan pada bidang yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa Muhammad Budiawan mengatakan proses identifikasi potensi siswa sudah dimulai sejak tahap seleksi masuk sekolah.

“Sejak awal ada tes dan interview yang dilakukan bersama tim manajemen. Dari situ kami melihat kecenderungan potensi siswa untuk diarahkan ke bidang tertentu,” kata Budiawan dalam acara Media Gathering dan buka puasa bersama para siswa berprestasi di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar setiap siswa memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan terbaiknya. Sekolah juga menerapkan asesmen diagnostik untuk memetakan kekuatan akademik maupun nonakademik siswa.

“Harapannya tidak ada siswa yang tertinggal. Semua siswa diharapkan memiliki pencapaian untuk membangun portofolio mereka masing-masing,” ujarnya.

Untuk bidang akademik seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kharisma Bangsa menerapkan sistem seleksi berjenjang. Siswa yang berminat akan mengikuti serangkaian tes hingga akhirnya terbentuk tim inti yang mewakili sekolah dalam kompetisi.

Proses pembinaan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari batch 1, batch 2, hingga batch 3, yang masing-masing diakhiri dengan evaluasi untuk menentukan siswa yang paling siap mengikuti kompetisi.

Skema serupa juga diterapkan dalam kegiatan science project, di mana siswa terlebih dahulu menunjukkan minatnya sebelum kemudian dibina oleh guru pembimbing sesuai bidangnya.
Selain akademik, sekolah juga membuka jalur pengembangan bakat di bidang olahraga dan seni. Dengan pendekatan tersebut, Kharisma Bangsa mendorong setiap siswa memiliki pencapaian di bidang yang berbeda.

“Makanya kami berharap setiap siswa pada akhirnya memiliki prestasi masing-masing,” kata Budiawan.

Pembinaan prestasi di Kharisma Bangsa bahkan dilakukan secara berjenjang sejak tingkat SMP. Sebagian siswa yang menunjukkan potensi kuat juga dapat melanjutkan ke jenjang SMA melalui program beasiswa.

“Dengan program yang dimulai sejak SMP, ketika mereka masuk SMA profil siswa sudah kami kenal. Bahkan ada juga yang berasal dari SD dan melanjutkan hingga SMA,” ujarnya.

Sementara itu, pembina olimpiade akademik Kharisma Bangsa Aditya Kemal mengatakan kemampuan siswa dalam kompetisi seperti OSN umumnya terbentuk melalui proses pembinaan yang panjang sejak usia dini.

“Banyak peraih medali yang memang sudah mengikuti kompetisi akademik sejak SD. Jadi pembinaan itu berlangsung bertahap,” kata guru biologi tersebut.
Menurut Kemal, sekolah juga aktif mencari siswa berbakat dari berbagai sekolah untuk bergabung di Kharisma Bangsa melalui program beasiswa.

“Anak-anak yang memiliki bakat akademik tinggi kami dorong untuk terus berkembang. Mereka tidak hanya berprestasi untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik sekolah melalui berbagai kompetisi,” ujarnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE