JAKARTA (Waspada.id): Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan ketegangan geopolitik global merupakan ancaman nyata bagi ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat menjelang momentum Lebaran 2026.
“Gejolak Timur Tengah adalah alarm bagi semua negara. Pemerintah harus segera mitigasi agar kenaikan harga pangan tidak membebani masyarakat jelang Lebaran,” ujar Sultan dalam sidang paripurna di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (13/03/2026), .
Sultan pun menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Ditambah dengan posisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp135,7 triliun. Karena itu
DPD RI memandang perlunya navigasi fiskal yang super cermat dan taktis.
“Dengan inflasi 4,76%, kuncinya adalah penguatan produksi pangan daerah dan stabilitas distribusi. Jangan sampai rantai pasok terganggu di tengah ketidakpastian global,” tukasnya.
Selain isu ekonomi, DPD RI juga meminta Pemerintah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi. Dengan mobilitas masyarakat yang diprediksi melonjak tajam, koordinasi lintas instansi menjadi krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik.
“Tujuan kita satu, memastikan jutaan pemudik bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” tandas Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin. (id10)










